09 Juni 2009

Percengkramaan Lara

Hai,luka...
Apa yang sudah kau perbuat atas hatiku?..
Apa yang sudah kau taburkan diatas kecewa ini?..

Hai,luka...
Apa cuma begitu saja keperihan yang engkau tabur?..
Apa cuma begitu saja yang kau bisa?..

Hai,luka...
Beri aku luka yang lebih hebat dari yang kau bisa,
Beri aku luka yang tak semua orang mampu menjalaninya,
Kalu memang itu bisa membuatmu puas mengecewakanku.

hai,luka...
Jika memang engkau adalah satu-satunya jalan tersulit untuk mencapai kehormatan,
Maka aku adalah salahsatu yang kan ada di jalanmu,
Bagiku lebih baik memperjuangimu daripada tak terhormat,
Mati biar mati daripada mati menanggung malu yang teramat sangat memalukan.

Aku Bukan Pendendam

Meski aku terluka begini...
Bukan berarti aku mendendam padamu,
Biarpun perih dan ku akui membuatku kecewa,
Namun pantaskah aku membencimu?...

Aku bukan pendendam...
Aku juga tak mau jadi pendendam atau terus membenci mu,
Toh untuk apa ku benci dirimu jika aku pun tetap terluka?..
Untuk apa membenci kalau itu hanya melukai diriku sendiri?..

Aku bukan pendendam...
Aku melihatmu masih sama seperti dulu,
Apa yang terjadi kini adalah kini,
Kalau pun kini begini..
Apa yang musti ku perbuat dengan perasaan ini?..

Kau memilih dan aku juga telah buat pilihan...
Kau tetap saja begitu di antara apa yang sudah kita sepakati,
Sedangkan berulang kali aku memberimu kesempatan seperti yang kau mau,
Apa memang ini cara mu agar semua nya selesai sampai disini?..

Kenapa musti kau lakukan itu...
Kalau memang kau ingin pergi,katakan saja baik-baik..
Apa aku salah jika aku sangat kecewa dengan sikapmu padanya,
Sementara kita pernah membahasnya.
Apa memang itu yang kau lakukan selama aku tak disampingmu,bersamanya?...

Senja itu Usai

Senja itu kan usai...
Bersama arak-arakan mendung di saput warna lembayung,
Di hias pernik kemilau cahaya nya yang kian meredup,
Senja itu pun kan berlalu..

Jika saja senja itu berusia lama...
Sempatkah ku sapukan setiap jengah ini bersamanya menghilang?..
Sempatkah ku titipkan seindah lembayungnya tuk pergi?..
Sempatkah ku sisihkan kehilangan itu berlalu?..

Senja itu kan usai...
Meski isak mengiring di senyapnya hendak terbenam,
Di celah sisipnya ku jagakan senyum terindah mengenangkan,
Berlaksa kerinduan telah tertanam jauh,
Jauh di dasar hati terdalam.

Senja itu kan usai...
Walau kerentaan terus bergulir,
Dan ketidakberdayaan pun menerpa,
Engkau tetap senja yang kan usai..
Selalu kan begitu,
Tetap kan usai.

Jelaga Luka

Sampai kapan perasaan ini kan bertahan...
Bila perih terus saja mengeram di dalam dada,
Bila kenyataan tiada juga dihentikan rasukannya,
Sampai kapan dia terus melakukannya?...

Aku memang kecewa...
Kecewa kenapa harus dia lakukan itu,
Kecewa karna masih saja menjalaninya,
Ataukah memang itu pilihannya?..

Jika benar begitu,kenapa?...
Apa aku salah padanya hingga dia di belakangku begitu?..
Apa aku salah jika aku kecewa dan ingin sendiri dulu darinya?..
Apakah dia bisa terima bila aku yang melakukannya?..

Inikah yang dia sebut bisa di percaya?..
Inikah yang dia sebut hanya biasa?..

Lukisan Cinta Luka

Pada penat ku gerus gelap...
Aku blingsatan berharap lepaskan benci,
Yang meraupku berkalang dendam,
Yang hitamkan hati berpeluh ratap.
Oh..Maya pada...
Hancurkan rindu ini berarak-arak,
Biar tak berputus cinta ini mendendamnya,
Biar henti segenap luka ini tak memenjara.

Aku gelap...
Aku tertikam penat mencinta,
Tercabik-cabik hulu cemburu,
Perih dan teramat menyakitkan.

Oh..Rindu...
Hentikan dadaku di rasuk cemburu,
Basuh perihku dengan tangan lembut kasihmu,
Dekap aku dalam-dalam di buai mu,
Jikalau perlu..matikan rasaku terbuang jauh..

Archives