Betapapun aku tak ingin kebisuan kita terjadi...
Menghilangkan senyapnya satu bahagia kekerabatan kita,
Berganti ujud utuh ukiran aksara kasih,
Yang kini tak berbentuk dan sepertinya memang begitu.
.."Betulkah ini?"..
Cemas pabila sini sirna segala lalu di hari itu,
Hari yang pertama membangkitkan aksara-aksara bisu,
Tak terajut dalam nyata.
.."Slalu kau tepati janjimu"..Bisik nurani.
Kau pegang utuh keharapanku di hatimu,
Membisu bathin dan bibir menyimpan ikatan kembang rasa kita,
Berlaksa luka kau tempuh jua demi percayaku.
.."Bagaimana hati tiada tergugah?"..Sela hati sendiri.
Kau jaga perasaanku dari alunan mimpi,
Kau gambarkan aku wujud-wujud damai hatimu,
Kau jujurkan semua hingga tiada ku berdaya mengikut kasih tanpa bicara..
Yang mengalun memecah sunyi,tatkala kesendirian merasuk dan manakala hati terbuai dalam balur tak bernama..Tersenyum sendiri..Terbuai mimpi..Lalu terhenyak sirna tanpa kata.
07 Mei 2009
.."Satu rasa mendua"..
Kita buka kerinduan kita...
Meski hanya dengan cerita-cerita hayal,
Meski dengan kejujuran tentang duka hati kita berdua.
Pernahkah kau tanyakan dalam hatimu,sampai kapan kekasihan ini kan terkuak?...
Setiap kali berjumpa dan tiap kali terpisah,
Hanya tatap mata mu yang mengucap "selamat jalan" dengan bibir terkatub rapat-rapat.
Masihkah hal ini dilakukan,sementara sama-sama kita tak mau saling melukai?...
Selama ini terasa demikianlah yang seharusnya,
Damai hati kita terobati dengan sekilas jumpa,
Mengumbar tawa canda di atas bahagia kekasih kita,
Slalu kan beginikah?..
Pertemuan kita lewati dalam arung jeram rasa yang mendua,
Mengayuh kebahagiaan atas dahaga rindu nan tersekat orang lain,
Dan kehadiran kita seolah slalu membawa batas-batas.
Luang obat rindu pun terisi kecemasan...
Sama-sama kita membatasi diri agar tiada saling membuat duka,
Merasa bersama meski ada yang lain mengisi kekasihan hati.
Jujur dan terbuka dalam kesamaran rasa hati..
Saling terpaut dan sama saling perasa..
Memberi dalam balutan kasih nan terbagi.
Meski hanya dengan cerita-cerita hayal,
Meski dengan kejujuran tentang duka hati kita berdua.
Pernahkah kau tanyakan dalam hatimu,sampai kapan kekasihan ini kan terkuak?...
Setiap kali berjumpa dan tiap kali terpisah,
Hanya tatap mata mu yang mengucap "selamat jalan" dengan bibir terkatub rapat-rapat.
Masihkah hal ini dilakukan,sementara sama-sama kita tak mau saling melukai?...
Selama ini terasa demikianlah yang seharusnya,
Damai hati kita terobati dengan sekilas jumpa,
Mengumbar tawa canda di atas bahagia kekasih kita,
Slalu kan beginikah?..
Pertemuan kita lewati dalam arung jeram rasa yang mendua,
Mengayuh kebahagiaan atas dahaga rindu nan tersekat orang lain,
Dan kehadiran kita seolah slalu membawa batas-batas.
Luang obat rindu pun terisi kecemasan...
Sama-sama kita membatasi diri agar tiada saling membuat duka,
Merasa bersama meski ada yang lain mengisi kekasihan hati.
Jujur dan terbuka dalam kesamaran rasa hati..
Saling terpaut dan sama saling perasa..
Memberi dalam balutan kasih nan terbagi.
06 Mei 2009
.."Bayang-bayang di ruang malam"..
Kekasih-kesayanganku...
Merebak hanyut dalam keheningan temaram bintang,
Lentera yang padam semakin pengap di ruang malam,
Helai-helai dedaunan handai di denyar angin.
Saat malam semakin lengang...
Bisu jasadku memanggil mengemban usik,
Lolos terbujur tak terbeban,
Alunkan lamat suara di kejauhan tertangkap,
Lahir buah kerinduan seiring datang,
Tanpa tangan bergandeng memuji dan merasakan..
.."Agungnya perasaan ini"...
Hati pun serasa di kelitik manisnya kenangan,
Indah-indah yang teraih menjadi kesayangan,
Dan do'a pun terucap meski hanya di dengar nurani.
Bayanganku semakin mengindahi waktu...
Wujud-wujudnya menjadi harapan tak terusik,
Teringat janji-janji dalam suatu perjalanan meski panjang dan beraral,
Nyatanya di tempuh jua dengan rasa percaya.
Pemberian akhirnya menggoda...
Hidup dalam kehilangan dalam waktu,
Hidup dalam kejauhan yang memisah jasad,
Dan semakin lekat lagi dekat,
Untaian kata hati rapi terajut nurani,
Yaqin meski di guncang prahara perih..
Merebak hanyut dalam keheningan temaram bintang,
Lentera yang padam semakin pengap di ruang malam,
Helai-helai dedaunan handai di denyar angin.
Saat malam semakin lengang...
Bisu jasadku memanggil mengemban usik,
Lolos terbujur tak terbeban,
Alunkan lamat suara di kejauhan tertangkap,
Lahir buah kerinduan seiring datang,
Tanpa tangan bergandeng memuji dan merasakan..
.."Agungnya perasaan ini"...
Hati pun serasa di kelitik manisnya kenangan,
Indah-indah yang teraih menjadi kesayangan,
Dan do'a pun terucap meski hanya di dengar nurani.
Bayanganku semakin mengindahi waktu...
Wujud-wujudnya menjadi harapan tak terusik,
Teringat janji-janji dalam suatu perjalanan meski panjang dan beraral,
Nyatanya di tempuh jua dengan rasa percaya.
Pemberian akhirnya menggoda...
Hidup dalam kehilangan dalam waktu,
Hidup dalam kejauhan yang memisah jasad,
Dan semakin lekat lagi dekat,
Untaian kata hati rapi terajut nurani,
Yaqin meski di guncang prahara perih..
05 Mei 2009
.."Kosakata Cinta"..
Semakin larut malam dalam waktunya...
Semenjak waktu tulis ini menghargai tiap-tiap detik,
Menit-menit yang bergulir menyusul angin yang mendesir,
Di iringi juga embun-embun.
Suara kawan sehamba menjadi teman rasa...
Di tuai telinga menuju rasa dzauq,
Nurani pun menyuarakan lembut-lembutnya,
Sesuai pesan perasaan,tangan pun menggurat;
Kini mulai ku awali...
Menggubah keheningan dalam ruang bisu,
Membiarkan nurani beracak kalimat-kalimat indah,
Perlahan aral pun terbuka..
Ku tenun kosakata merajut sepi dalam ruang malam...
Semakin hari ku cari peristiwa nya,
Rinai-rinai duri kasih ku pilah dari kesenangan-kesenangan,
Ku sembulkan belas kasih hati dari yang tersayang,
Dan kisi-kisi nya pun teteskan airmata nan terdalam.
Semenjak waktu tulis ini menghargai tiap-tiap detik,
Menit-menit yang bergulir menyusul angin yang mendesir,
Di iringi juga embun-embun.
Suara kawan sehamba menjadi teman rasa...
Di tuai telinga menuju rasa dzauq,
Nurani pun menyuarakan lembut-lembutnya,
Sesuai pesan perasaan,tangan pun menggurat;
Kini mulai ku awali...
Menggubah keheningan dalam ruang bisu,
Membiarkan nurani beracak kalimat-kalimat indah,
Perlahan aral pun terbuka..
Ku tenun kosakata merajut sepi dalam ruang malam...
Semakin hari ku cari peristiwa nya,
Rinai-rinai duri kasih ku pilah dari kesenangan-kesenangan,
Ku sembulkan belas kasih hati dari yang tersayang,
Dan kisi-kisi nya pun teteskan airmata nan terdalam.
.."Semoga.."..
Semoga kau mengerti...
Arti tatapan matamu bagiku,
arti sepatah kata mu bagiku.
Kalaupun nanti,segala ini hancur...
Selayaknya itu,ku sadari itu.
Sebagaimana ketika aku pertama mengenalmu,
mengagumi kenyataan-kenyataan yang telah terjadi,
saat-saat bersamamu.
Semoga engkau mengerti...
Harapan ini akan selalu ku kenang,biar bagaimanapun adanya.
Semoga kau tahu...
Ada perasaan yang mengagumimu,bahkan lebih dari sekedar perasaan kagum terhadapmu..
Arti tatapan matamu bagiku,
arti sepatah kata mu bagiku.
Kalaupun nanti,segala ini hancur...
Selayaknya itu,ku sadari itu.
Sebagaimana ketika aku pertama mengenalmu,
mengagumi kenyataan-kenyataan yang telah terjadi,
saat-saat bersamamu.
Semoga engkau mengerti...
Harapan ini akan selalu ku kenang,biar bagaimanapun adanya.
Semoga kau tahu...
Ada perasaan yang mengagumimu,bahkan lebih dari sekedar perasaan kagum terhadapmu..
.."Asa membimbang"..
Ku biaskan pengaduanku pada kenyataan...
Terik matahari,hamparan padang ilalang,ku gambar di sela-sela cemas.Burung-burung yang terbang,angin yang mendesir,segalanya ku rangkum menjadi dendangan yang menghiris.
Tega rasanya telah dilakukan...
Sebaris rambutku semburat ke raut wajah,coba ku sirnakan dengan jari-jari menyisir...
Mulai ku gores-gores alami nya alam,impulse-impulse nya mengharum dalam pandangan.Ku gambarkan lautan-lautan dan jurang-jurang terjal,sebagai awal ku mencoba sisipkan sepi di penghantar lengangnya hati.
Bisu...
Bibirku terkatub dalam ruangnya,jiwa pun berkecamuk di alamnya.Tubuh ini seraya terbengkalai bak percuma..Sedu sedannya perasaan di harumi pahitnya impian dan kenyataan yang semakin lama kian riangnya menari di kedukaan ini.
Tiap bergoyang rumput ilalang ku raih...
Berhanyut pendapat dari jiwa ini bergelayut mengikut,seolah aku sendiri dalam ketololan yang memang ku sengaja.
Begitu kehilangan rasanya...
Sembari aku menutup mata untuk semua senyuman yang coba tawarkan segelas madu pengharapan,ku singkirkan tingkah-tingkah yang selama ini mengoda perasaan.
Aku sadari...
Betapa kini aku merasakan kehilangan yang dalam,
meski hanya sekedar pengharapan untuk pertemuan,
meski dia takkan pernah datang dalam penantianku ini.
Terik matahari,hamparan padang ilalang,ku gambar di sela-sela cemas.Burung-burung yang terbang,angin yang mendesir,segalanya ku rangkum menjadi dendangan yang menghiris.
Tega rasanya telah dilakukan...
Sebaris rambutku semburat ke raut wajah,coba ku sirnakan dengan jari-jari menyisir...
Mulai ku gores-gores alami nya alam,impulse-impulse nya mengharum dalam pandangan.Ku gambarkan lautan-lautan dan jurang-jurang terjal,sebagai awal ku mencoba sisipkan sepi di penghantar lengangnya hati.
Bisu...
Bibirku terkatub dalam ruangnya,jiwa pun berkecamuk di alamnya.Tubuh ini seraya terbengkalai bak percuma..Sedu sedannya perasaan di harumi pahitnya impian dan kenyataan yang semakin lama kian riangnya menari di kedukaan ini.
Tiap bergoyang rumput ilalang ku raih...
Berhanyut pendapat dari jiwa ini bergelayut mengikut,seolah aku sendiri dalam ketololan yang memang ku sengaja.
Begitu kehilangan rasanya...
Sembari aku menutup mata untuk semua senyuman yang coba tawarkan segelas madu pengharapan,ku singkirkan tingkah-tingkah yang selama ini mengoda perasaan.
Aku sadari...
Betapa kini aku merasakan kehilangan yang dalam,
meski hanya sekedar pengharapan untuk pertemuan,
meski dia takkan pernah datang dalam penantianku ini.
.."Renjana Hati"..
Bayangan silam yang membekas dalam...
Kenangan tercucur harum mengalun dalam irama tembang,gita pagi merenda di antara rapsody cinta,lalu elegi itupun menghujam dada untuk yang terakhir kalinya.
Dan sirnalah segalanya...
Seketika,tatkala usia senja menutup horison di mataku.
Malam larut tiada kian hening...
Terselip sisip lembar-lembar kasih di hari lalu,yang menguap karena embun peristiwa,memuai bersama desir rasa yang menggugah.
Aku cari kembali serpih-serpih kasih yang hampir hilang dan sirna bersama kurun waktu...
Terlangkah jiwaku mengusik pita-pita lama,susunan cinta kasih nan melembut di hati.
Ku ucap kembali dan ku goreskan jua...
Terbawa hampa sesekali teringat perjalanan silam,duduk manis menimang sebuah bayangan indah,yang melara hati sekaligus tercinta.
Ku benci sayatannya itu...
Kisah-kisah pun terlukis kembali diantara alur peristiwa kasih,lalu di rimbunan resah ku kuapkan desah,coba mengusir lara..satu langkah tuk hindari kepedihannya.
Tulangku yang lelah meminta berhenti,namun langkah-langkah jiwa dan hati tiada kunjung menyadarinya...
Itu mau dari perasaanku yang di guncang renjana,sebuah perjalanan jauh susuri jeram rasa nan terjal dan teramat curam.
Kenangan tercucur harum mengalun dalam irama tembang,gita pagi merenda di antara rapsody cinta,lalu elegi itupun menghujam dada untuk yang terakhir kalinya.
Dan sirnalah segalanya...
Seketika,tatkala usia senja menutup horison di mataku.
Malam larut tiada kian hening...
Terselip sisip lembar-lembar kasih di hari lalu,yang menguap karena embun peristiwa,memuai bersama desir rasa yang menggugah.
Aku cari kembali serpih-serpih kasih yang hampir hilang dan sirna bersama kurun waktu...
Terlangkah jiwaku mengusik pita-pita lama,susunan cinta kasih nan melembut di hati.
Ku ucap kembali dan ku goreskan jua...
Terbawa hampa sesekali teringat perjalanan silam,duduk manis menimang sebuah bayangan indah,yang melara hati sekaligus tercinta.
Ku benci sayatannya itu...
Kisah-kisah pun terlukis kembali diantara alur peristiwa kasih,lalu di rimbunan resah ku kuapkan desah,coba mengusir lara..satu langkah tuk hindari kepedihannya.
Tulangku yang lelah meminta berhenti,namun langkah-langkah jiwa dan hati tiada kunjung menyadarinya...
Itu mau dari perasaanku yang di guncang renjana,sebuah perjalanan jauh susuri jeram rasa nan terjal dan teramat curam.
04 Mei 2009
…SERIBU SENJA DI HATI…
Aku sandarkan diriku diantara rentetan gemuruh di dada ini…
Menggelegaklah sepi…
Mencoba menidurkan bathinku yang sedari tadi memberontakkan ketidakpercayaan atas semua kenangan-kenangan manis di masa lalu.
Seperti seonggok kayu yang tertancap di tengah samudera lepas…
Tak tertancap tetapi justru terombang-ambing di hempas lalu lalang ombak,
terseret jauh entah kemana dan tak tahu lagi harus bagaimana.
Seribu senja ku…
Hanya nanar mata ini menumpu di sudut bumi nan letih mengemban harap,
nista tak terkira pada hati sendiri,
pada jiwa sendiri dan pada segenap impian indah tentang arti abadinya kebersamaan penuh cinta serta kasih sayang yang tercipta…
Terbaik untuk kita…
03 Mei 2009
.."Bilur-bilur Perih"..
.."Dia akan terbiasa tanpaku..",ku yakinkan itu...
Selama ini terlalu besar hatiku berharap,
terlalu banyak hal yang membuatku terpesona padanya,
hingga mampu percikkan cinta di hati.
Tiap saat ku coba perlahan membuatnya mengerti tanpa harus menciptakan goresan luka di hatinya...
Tetapi lain pula segala jadinya,
tajam duri itu pun menghujam dalam sedemikian dalamnya,
hingga hancur harapan ini tuk ku lumat sendiri.
Karena...
Tiap kali aku mendengar dia berkenang cintanya,
tiap kali dia menguak nama kekasihnya,
tiap itu pula hatiku mengharu biru.
Terlalu santun ia menikam..
Terlalu lembut ia menusuk..
Dengan hanya sebuah tatapan mata..yach..tatapan mata yang selama ini ku kenal penuh kedamaian di hatiku.
Selama ini terlalu besar hatiku berharap,
terlalu banyak hal yang membuatku terpesona padanya,
hingga mampu percikkan cinta di hati.
Tiap saat ku coba perlahan membuatnya mengerti tanpa harus menciptakan goresan luka di hatinya...
Tetapi lain pula segala jadinya,
tajam duri itu pun menghujam dalam sedemikian dalamnya,
hingga hancur harapan ini tuk ku lumat sendiri.
Karena...
Tiap kali aku mendengar dia berkenang cintanya,
tiap kali dia menguak nama kekasihnya,
tiap itu pula hatiku mengharu biru.
Terlalu santun ia menikam..
Terlalu lembut ia menusuk..
Dengan hanya sebuah tatapan mata..yach..tatapan mata yang selama ini ku kenal penuh kedamaian di hatiku.
.."Bunga di Persimpangan"..
Entah mengapa...
Walau ku tahu ia telah melukai perasaan ini
semakin besar niat untuk lekas membuatnya mengerti.
Apakah selama ini dia sengaja tiada memahami...
Terus benakku kala pernah ku tangkap sesuatu
tentang tatapan mata itu telah ungkapkan kata hati.
Hingga nyatanya...
Aku pun menempuh hari-hari dalam sisi nya,
Kalaupun apa yang kurasakan benar dia kehendaki.
Andai tidak...
Aku harus puas menemaninya,
harus puas merawat luka bekas cubisannya.
Karena ku tahu...
Kejujuranku saat ini hanya kan menyentak hati,
hanya kan meluluhkan perasaan indah ini.
Terimakasih...
Walau benih luka telah kau tabur di hati,
namun kau telah memberi indah di hariku kemarin,
meski sekejap terkecap lalu sirna di perjalanan.
Walau ku tahu ia telah melukai perasaan ini
semakin besar niat untuk lekas membuatnya mengerti.
Apakah selama ini dia sengaja tiada memahami...
Terus benakku kala pernah ku tangkap sesuatu
tentang tatapan mata itu telah ungkapkan kata hati.
Hingga nyatanya...
Aku pun menempuh hari-hari dalam sisi nya,
Kalaupun apa yang kurasakan benar dia kehendaki.
Andai tidak...
Aku harus puas menemaninya,
harus puas merawat luka bekas cubisannya.
Karena ku tahu...
Kejujuranku saat ini hanya kan menyentak hati,
hanya kan meluluhkan perasaan indah ini.
Terimakasih...
Walau benih luka telah kau tabur di hati,
namun kau telah memberi indah di hariku kemarin,
meski sekejap terkecap lalu sirna di perjalanan.
.."Semoga Kau Mengerti"..
Pada pagi yang hampir di genapi sinar mentari...
Kala berkehendak nurani,
menyeruak rerimbunan dahan-dahan kering,
serasa kolokan aku dibuai mipi.
Kebimbangan yang mengharungi..
Kebisuan yang terbeban..
Menyerpih serak di kuliti kenangan.
Kenyataanpun mencoba hadir...
Ada tatap mata yang mengusik,
ada tawa yang menyemai hati ini.
Aku sadar...
Perasaanku kini menemui kelembutannya,
seolah mengingini dia hadir bukan sekedarnya,
melainkan seorang yang memberi arti tersendiri.
Mungkin aku pengecut...
Tak berani mengatakan arti getar dalam perasaan ini,
tak mampu jujur menyatakan yang sesungguhnya,
namun aku kan selalu mencoba membuatnya fahami ini semua.
Kala berkehendak nurani,
menyeruak rerimbunan dahan-dahan kering,
serasa kolokan aku dibuai mipi.
Kebimbangan yang mengharungi..
Kebisuan yang terbeban..
Menyerpih serak di kuliti kenangan.
Kenyataanpun mencoba hadir...
Ada tatap mata yang mengusik,
ada tawa yang menyemai hati ini.
Aku sadar...
Perasaanku kini menemui kelembutannya,
seolah mengingini dia hadir bukan sekedarnya,
melainkan seorang yang memberi arti tersendiri.
Mungkin aku pengecut...
Tak berani mengatakan arti getar dalam perasaan ini,
tak mampu jujur menyatakan yang sesungguhnya,
namun aku kan selalu mencoba membuatnya fahami ini semua.
.."Dalam Semak Cemas"..
Hanya titik gerimis air hujan...
Tatkala aku menemani kerinduannya dalam remang lentera.
Langit kelam coba ku pandang...
Ku seruak dari sela-sela helai daun-daun bambu.
Sekali lagi ku coba...
Ku beri kuasa dia dalam segala yang semestinya,
manakala bathinku di guyur haru atas cinta kasihnya.
Betapa bahagia hati...
Segala yang dulu nanar di mata,kini telah terbasuh kepercayaannya mengasihi.
Hanya bathin yang coba ku tentramkan...
.."Dia tiada akan tinggalkanku.."..yakinku.
.."Tidak seperti masa lalu..",kenangku dalam semak cemas.
Tatkala aku menemani kerinduannya dalam remang lentera.
Langit kelam coba ku pandang...
Ku seruak dari sela-sela helai daun-daun bambu.
Sekali lagi ku coba...
Ku beri kuasa dia dalam segala yang semestinya,
manakala bathinku di guyur haru atas cinta kasihnya.
Betapa bahagia hati...
Segala yang dulu nanar di mata,kini telah terbasuh kepercayaannya mengasihi.
Hanya bathin yang coba ku tentramkan...
.."Dia tiada akan tinggalkanku.."..yakinku.
.."Tidak seperti masa lalu..",kenangku dalam semak cemas.
Langganan:
Postingan (Atom)
Archives
-
▼
2011
(114)
-
▼
Januari
(114)
-
▼
Jan 14
(81)
- <[Dari Pengasingan]> c.p 1-12 dewa in Memorial Mob...
- <[2 dArI Pengasingan]>
- <[3 dArI Pengasingan]>
- <[4 dArI Pengasingan]>
- <[5 dari Pengasingan]>
- <[6 dArI Pengasingan]>
- <[7 dArI Pengasingan]>
- <[8 dArI Pengasingan]>
- <[9 dArI Pengasingan]>
- <[10 dArI Pengasingan]>
- <[11 dArI Pengasingan]>
- <[12 dArI Pengasingan]>
- Aku bicara tentang Wanita...
- Bukan Pujangga dengan Puisinya...
- Inilah hatiku,sayang..........
- " PENERIMAAN TANPA SYARAT "
- Sederhana
- Sesaatpun ku mau
- Tak seHarusnya
- Kenangan bersamamu....
- Aku tersenyum...
- Skripsi Hati Sepi
- Masih Muda(tentang CINTA): Dari Wanita itu..
- Sesuatu tentang CintA.........
- Sesuatu tentang...
- Sesuatu tentang CINTA..
- Nyanyian Burung Menjelang Senja
- Jika Tak Cinta dia...
- Berusaha lah...
- AKu dan Kau
- .:: Noktah Sepi ::.
- Dari Hati...
- .:: Berlepas...
- .:: Kilah Hati....
- .:: Tersenyumlah,Cinta...
- .:: Ingatlah,Cinta...
- .:: Dulu dan Kini...
- .:: Dari Hati(caraku)....
- .:: (Kisah)Aku Juga Bisa.....
- .:: Tengok Rapuhnya...
- .:: Aku dan Kenangan..........
- .:: Aku MenCintaiMu......
- .:: Makalah Sepi..........
- .:: Diary Sepi..........
- .:: Maafkan Aku....
- .:: Teruntuk Sebuah Janji..........
- .:: Nanar........
- .:: Ungkapan Tak Jadi....
- .:: Kenangan Tiba...
- .:: Makalah Hati...
- .:: Kilah-Kilah Waktu...
- .:: Perih....
- .:: Membisu....
- .:: Sahabat... ::.
- Harus Ku Terima.....
- Jangan terburu2 membenci...
- .:: Ada Hati di dalam Hati ::.
- :: Aku ingin kau bisa melihat rasamu seperti ku me...
- Aku tak tahu,Maafkan aku..
- Cahaya dan Sepi
- Subhanalloh...Alhamdulillah...Astaghfirulloh
- Sepeninggal kita
- Melihatmu lagi...
- Rasa tak terbantah...
- Berpeluh sangka engkau mendera
- Saat Tertinggal...
- Aku dan Catatanku...
- .:: Rasa Sesuci ::.
- .:: Ceritakanlah... ::.
- .:: Fahami rasaku(Rasa Seorang Wanita) ::.
- .:: Terima ini..(dg hati yg basah/lemah lembut) ::.
- .:: Tentang Kita ::.
- .:: Masih disini.. ::.
- .:: Sudahi perih itu... ::.
- .:: Tentang Perasaan,Rasa,Cinta.. ::.
- .:: Titik.. ::.
- .:: Dari Dan Untuk... ::.
- .:: Cantik ::.
- .:: PerSIAPkan diri..(hai,eL..) ::.
- .:: Aku pernah,apa kau juga pernah..(hai,eL..) ::.
- .:: Sisa Kenangan ::.
-
▼
Jan 14
(81)
-
▼
Januari
(114)