Ku sadar tak ada yang sempurna di dunia ini..
Ku tahu setiap orang pun kan menyetujuinya,
tetapi tetap saja sempurnakan cinta ini,sayang....
Sempurnakan dengan kehadiranku dalam cinta di hatimu padaku...
Sempurnakan kekuranganku dengan kerisma mu sekurang apapun itu,
Sebab aku juga tak sempurna,sayang...
Satukan ketidaksempurnaan kita menjadi kesempurnaan tuk saling melengkapi...
Karena ku percaya apa yang ada di dirimu kan melengkapi kekuranganku,
begitupun sebaliknya..
Maka izinkan kesatuan kita tuk sama-sama saling bahu-membahu menggenapinya.
Bukankah kita diciptakan untuk saling melengkapi menuju kesempurnaan?..
Tak sempurna ku dan tak sempurna mu bukan untuk di cela,
Sebab setiap Sempurna dari kehendak-Nya terukir di setiap nadi ciptaan-Nya,
Siapa lah yang mencela,biar kita mensyukurinya tuk tetap jalani hidup dg lapang dada.
Sempurnakan cinta ini,kekasih...
Tak perlu kau mencari banyak pengetahuan hanya demi ambisi menyenangkanku,
Aku sudah bahagia bersamamu walau kau tidak modern seperti gadis zaman sekarang,
Jadilah saja wanita terlugu bagiku...
Karna aku lebih bangga dengan dirimu yang tidak terpikat oleh baju-baju masa kini,
lebih mencintaimu dengan tulus meski kau tidak seintelektual wanita karier.
Sempurnakanlah cintaku ini,kekasih...
Jadilah saja wanita yang amnesia terhadap pengetahuan yg kau geluti sekarang,
jadilah saja wanita yang menerima apa adanya dari jerih payahku,
Sebab itu lebih memejamkan mataku dari lainmu..
Yang mengalun memecah sunyi,tatkala kesendirian merasuk dan manakala hati terbuai dalam balur tak bernama..Tersenyum sendiri..Terbuai mimpi..Lalu terhenyak sirna tanpa kata.
29 Juli 2009
Kau yang di Hati..
Tetaplah menjulang tinggi bak tiada duanya...
Meski kau tak abadi,kau tetap di hati sampai sejauh ini.
Jika saja dunia bisa mewakilkan setiap kebangganku kepadamu,
Ku percaya dunia ini tidak akan mampu menampung setiap indahmu,
Lekuk-lekuk cemberutmu dan setiap nadi pesona yang memancar di kesegala manjamu,
Maka ku percaya dunia akan mengolok-olok yang di mabuk pesona mu ini.
Siapa kan sangka bila keta'ajuban membuat setiap inci dirimu begitu sangat berharga bagiku?..
Siapa kan duga bila keterpesonaanku padamu menyeretku pada cahaya keSATUan nu semata?..
Aku pecinta mu...
Aku mencintaimu tanpa pengetahuan apapun,
Hingga aku seperti melebur dalam keterpanaan di luar kendaliku,
Apa itu salah?...
Hina kah hati yang tak berdaya di mabuk cinta buta?...
Hina kah manusia jika cinta dalam hatinya telah menguasai dirinya?..
Meski kau tak abadi,kau tetap di hati sampai sejauh ini.
Jika saja dunia bisa mewakilkan setiap kebangganku kepadamu,
Ku percaya dunia ini tidak akan mampu menampung setiap indahmu,
Lekuk-lekuk cemberutmu dan setiap nadi pesona yang memancar di kesegala manjamu,
Maka ku percaya dunia akan mengolok-olok yang di mabuk pesona mu ini.
Siapa kan sangka bila keta'ajuban membuat setiap inci dirimu begitu sangat berharga bagiku?..
Siapa kan duga bila keterpesonaanku padamu menyeretku pada cahaya keSATUan nu semata?..
Aku pecinta mu...
Aku mencintaimu tanpa pengetahuan apapun,
Hingga aku seperti melebur dalam keterpanaan di luar kendaliku,
Apa itu salah?...
Hina kah hati yang tak berdaya di mabuk cinta buta?...
Hina kah manusia jika cinta dalam hatinya telah menguasai dirinya?..
Labirin Sepi
Lihat aku,kekasih...
Tergolek tak berdaya di ranjang ini merasai hati sendiri,
Terkulai dan terkungkung jelaga perih sejak kau pergi,
Bagai lumpuh ku hadapi kenyataan.
Lihat aku,kekasih...
Berapa banyak peluhku menetes melawan emosi,
Mencoba dan terus mencoba melawan kebencian hatiku,
Mencoba dan mencoba menolak setiap buruk yang terhujam di jiwa ini.
Lihatlah aku,kekasih...
Aku bisa lewati perih ini meski tak tahu sampai kapan,
Biar ku retas kepedihan ini pun tak ada lagi buruk syak wasangka tentangmu,
Tetap indah tentangmu indah..
Lihatlah aku,kekasih...
Usah kau kasihani setiap sudut pandanganmu tentangku yang begini,
Aku menempuhnya karna ku percaya bisa jalani kelukaan sesakit ini,
Dan kau...tetaplah jalani apa yang sudah terjadi..
Tergolek tak berdaya di ranjang ini merasai hati sendiri,
Terkulai dan terkungkung jelaga perih sejak kau pergi,
Bagai lumpuh ku hadapi kenyataan.
Lihat aku,kekasih...
Berapa banyak peluhku menetes melawan emosi,
Mencoba dan terus mencoba melawan kebencian hatiku,
Mencoba dan mencoba menolak setiap buruk yang terhujam di jiwa ini.
Lihatlah aku,kekasih...
Aku bisa lewati perih ini meski tak tahu sampai kapan,
Biar ku retas kepedihan ini pun tak ada lagi buruk syak wasangka tentangmu,
Tetap indah tentangmu indah..
Lihatlah aku,kekasih...
Usah kau kasihani setiap sudut pandanganmu tentangku yang begini,
Aku menempuhnya karna ku percaya bisa jalani kelukaan sesakit ini,
Dan kau...tetaplah jalani apa yang sudah terjadi..
Aku dan perasaan ini...
Aku terdiam menahan diri...
Meski tak perih namun terasa sekali hentakan keterkejutan ini menggugah,
Tentang berbagai ragam peristiwa dan yang kelak kan jadi sejarah dunia.
Aku dan perasaan ini...
Rapuh meski tetap kokoh melangkahi waktu beserta atributnya,
Saling sambung menyambung bak tiada putusnya mengisi detik demi detik.
Aku rindu kamu...
Rindu kesemua tentang yang terjadi pada kita,
Yach..pada rajutan kisah kita sampai masa ini memisah.
Adalah aku tetap saja mensetiai mu...
Tak ku peduli betapa bodohnya aku dan perasaan ini memahami,
Sebuta ini kah aku dan perasaan ini tentang rasa cinta?..
Meski tak perih namun terasa sekali hentakan keterkejutan ini menggugah,
Tentang berbagai ragam peristiwa dan yang kelak kan jadi sejarah dunia.
Aku dan perasaan ini...
Rapuh meski tetap kokoh melangkahi waktu beserta atributnya,
Saling sambung menyambung bak tiada putusnya mengisi detik demi detik.
Aku rindu kamu...
Rindu kesemua tentang yang terjadi pada kita,
Yach..pada rajutan kisah kita sampai masa ini memisah.
Adalah aku tetap saja mensetiai mu...
Tak ku peduli betapa bodohnya aku dan perasaan ini memahami,
Sebuta ini kah aku dan perasaan ini tentang rasa cinta?..
28 Juli 2009
Sebentuk CintaKu
Biar ku bagikan cinta ini pada setiap urat alam semesta...
Ku dengungkan gema nya menyertai setiap langkahku menapaki guliran waktu,
Tak untuk ke cerai-beraikan setiap anggukan setuju nya,
Sebab aku adalah cinta itu sendiri hakikatnya..
Siapa kan kata ku begini penuh cinta...
Tidak terasa trilyunan kasihsayang terburai padaku,untukku dan olehku,
Aku mengedip dan terpejam pun cinta tak pernah meninggalkan ku,
Bagaimana bisa ku ingkar sementara cinta tak pernah meninggalkanku?...
Aku saja yang bodoh mengira cinta telah pergi...
Aku saja yang gelap jiwa mengira cinta menghilang..
Cinta tak pernah kemana-mana dan tetap di hati,
Walau mungkin kesadaranku lah yang menempatkannya bak pergi.
Kenapa dan mengapa begitu?...
Sebab aku yang lalai..
Sebab aku yang lebih terbutakan oleh keinginanku sendiri yang tak tersampaikan,
Hingga gelap mata jiwa dan hatiku mengaburkan kesadaranku sendiri tentang keberadaannya.
Inilah ujud sebentuk cintaku...
Yang selalu dan selalu untukku..
Ku dengungkan gema nya menyertai setiap langkahku menapaki guliran waktu,
Tak untuk ke cerai-beraikan setiap anggukan setuju nya,
Sebab aku adalah cinta itu sendiri hakikatnya..
Siapa kan kata ku begini penuh cinta...
Tidak terasa trilyunan kasihsayang terburai padaku,untukku dan olehku,
Aku mengedip dan terpejam pun cinta tak pernah meninggalkan ku,
Bagaimana bisa ku ingkar sementara cinta tak pernah meninggalkanku?...
Aku saja yang bodoh mengira cinta telah pergi...
Aku saja yang gelap jiwa mengira cinta menghilang..
Cinta tak pernah kemana-mana dan tetap di hati,
Walau mungkin kesadaranku lah yang menempatkannya bak pergi.
Kenapa dan mengapa begitu?...
Sebab aku yang lalai..
Sebab aku yang lebih terbutakan oleh keinginanku sendiri yang tak tersampaikan,
Hingga gelap mata jiwa dan hatiku mengaburkan kesadaranku sendiri tentang keberadaannya.
Inilah ujud sebentuk cintaku...
Yang selalu dan selalu untukku..
18 Juni 2009
Cukup sudah...
Aku lelah terluka...
Aku lelah terus berusaha menjadi apa yang kau mau,
Aku lelah mengikuti apa yang sudah ku coba menjalaninya.
Seharga kah apa yang ku lakukan baginya dengan sikapnya yg tiba-tiba menghilang?...
Pantaskah sebuah jalinan yang berdiri diatas dasar kepercayaan,tumbang begitu mudahnya?..
Layakkah aku terus bertahan dan mempertahankan semuanya,jika kini aku ditinggalkan begitu saja?..
Dia ajarkan aku cara berkomunikasi memecahkan persoalan berdua,
Namun dia pun ajarkan padaku cara mengakhirinya tanpa ada komunikasi untuk membicarakannya,
Dia ajarkan padaku untuk terus mempercayainya diatas cintanya terhadapku,
Tetapi dia juga ajarkan padaku cara memvonis tanpa azas praduga tak bersalah.
Apa aku salah jika aku pun kecewa karena sikapnya?..
Apa aku salah jika aku menuntut hak untuk memberi penjelasan sebelum dia mengambil keputusan?..
Kalau lah aku sudah tidak bisa dia percaya,aku terima..
Kalau lah aku sudah dianggap tak menepati janji,aku terima..
Tetapi apa aku salah jika menuntut hak ku tuk mengemukakan pendapat,alasan atau apapun sebutannya,agar semuanya jelas dan tidak hanya dugaan-dugaan belaka?..
Apa aku salah menuntut hak ku untuk duduk berdua membicarakan persoalan ini dengan baik-baik sampai semuanya jelas?..
Bukan begini caranya untuk mengakhiri...
Kecuali itu cara mu mengakhiri agar tiada dipersalahkan,
Agar siapapun menganggap ku bahwa aku lah yang paling pantas dipersalahkan.
Aku lelah terus berusaha menjadi apa yang kau mau,
Aku lelah mengikuti apa yang sudah ku coba menjalaninya.
Seharga kah apa yang ku lakukan baginya dengan sikapnya yg tiba-tiba menghilang?...
Pantaskah sebuah jalinan yang berdiri diatas dasar kepercayaan,tumbang begitu mudahnya?..
Layakkah aku terus bertahan dan mempertahankan semuanya,jika kini aku ditinggalkan begitu saja?..
Dia ajarkan aku cara berkomunikasi memecahkan persoalan berdua,
Namun dia pun ajarkan padaku cara mengakhirinya tanpa ada komunikasi untuk membicarakannya,
Dia ajarkan padaku untuk terus mempercayainya diatas cintanya terhadapku,
Tetapi dia juga ajarkan padaku cara memvonis tanpa azas praduga tak bersalah.
Apa aku salah jika aku pun kecewa karena sikapnya?..
Apa aku salah jika aku menuntut hak untuk memberi penjelasan sebelum dia mengambil keputusan?..
Kalau lah aku sudah tidak bisa dia percaya,aku terima..
Kalau lah aku sudah dianggap tak menepati janji,aku terima..
Tetapi apa aku salah jika menuntut hak ku tuk mengemukakan pendapat,alasan atau apapun sebutannya,agar semuanya jelas dan tidak hanya dugaan-dugaan belaka?..
Apa aku salah menuntut hak ku untuk duduk berdua membicarakan persoalan ini dengan baik-baik sampai semuanya jelas?..
Bukan begini caranya untuk mengakhiri...
Kecuali itu cara mu mengakhiri agar tiada dipersalahkan,
Agar siapapun menganggap ku bahwa aku lah yang paling pantas dipersalahkan.
Apa memang sudah...
Apa memang sudah tak bisa diperbaiki lagi...
Ketika curiga lebih besar untuk mengambil keputusan sendiri,
Manakala seolah selalu mencari kesalahan untuk menyalahkan,
Manakala lebih memilih mengakhiri tanpa penjelasan?..
Apa memang sudah seperti ini yang dipilih...
Pergi tanpa memberi penjelasan,
Hilang tanpa membuka diri mempertanyakan,
Apa memang ini caranya untuk mengakhiri?..
Selalu kah harus wajib lapor seperti tahanan kota?..
Ketika curiga lebih besar untuk mengambil keputusan sendiri,
Manakala seolah selalu mencari kesalahan untuk menyalahkan,
Manakala lebih memilih mengakhiri tanpa penjelasan?..
Apa memang sudah seperti ini yang dipilih...
Pergi tanpa memberi penjelasan,
Hilang tanpa membuka diri mempertanyakan,
Apa memang ini caranya untuk mengakhiri?..
Selalu kah harus wajib lapor seperti tahanan kota?..
16 Juni 2009
Kemana dirimu...
Telah kucari ke sudut-sudut banyak hati...
Ke hati yang mungkin ada dirimu serta tentangmu,
Kemana ku cari lagi yang memiliki hati sepertimu padaku,
Aku tak jua bertemu.
Kemana lagi musti ku cari...
Bertahun yang lalu aku teramat letih memanggul perasaan ini,
Entah bagimu itu salah ataukah karena memang aku yang tak setia menunggumu,
Aku terlanjur letih.
Tetapi aku tidak menyerah mencarimu...
Walau mungkin sisa hatiku tak lagi utuh untukmu,
Sebab terlalu lamanya engkau pergi tanpa kabar,
Hingga aku begitu redup menjaga segenap harapanku bersamamu.
Kini...
Aku memang telah menemukanmu,
Walau kenyataannya tak seperti yang ku harapkan,
Namun aku rela menerima dengan apa yang telah terjadi,
Aku mencintaimu bukan karena status apapun darimu,
Aku mencintaimu dengan hatiku.
Ke hati yang mungkin ada dirimu serta tentangmu,
Kemana ku cari lagi yang memiliki hati sepertimu padaku,
Aku tak jua bertemu.
Kemana lagi musti ku cari...
Bertahun yang lalu aku teramat letih memanggul perasaan ini,
Entah bagimu itu salah ataukah karena memang aku yang tak setia menunggumu,
Aku terlanjur letih.
Tetapi aku tidak menyerah mencarimu...
Walau mungkin sisa hatiku tak lagi utuh untukmu,
Sebab terlalu lamanya engkau pergi tanpa kabar,
Hingga aku begitu redup menjaga segenap harapanku bersamamu.
Kini...
Aku memang telah menemukanmu,
Walau kenyataannya tak seperti yang ku harapkan,
Namun aku rela menerima dengan apa yang telah terjadi,
Aku mencintaimu bukan karena status apapun darimu,
Aku mencintaimu dengan hatiku.
Bersama cintamu...
Ku lewati tanpa sedikitpun menyesal...
Mungkin pernah aku tersayat kecewa,
Mungkin pernah aku diam letih menjaga,
namun tiada pernah aku rela mengacuhkanmu.
Perhatianku memang terpecah...
Dilema kehidupan nyata telah menempatkan aku begini,
Aku memang terseok-seok,
Tetapi aku tetap selalu berusaha bertahan semampuku.
Engkau cintaku yang pernah hilang...
Engkau hati dari pengharapan yang pernah luluh,
Engkau kesepianku yang pernah terindukan,
Engkau jua mimpi yang pernah tak tergantikan.
Jika dalam hal ini aku di tuduh salah,aku terima aku salah...
Tetapi apa dan bagaiman aku di tuduh salah?..
Sedang aku tak berdaya merengkuh lagi cintanya,
Karena memang aku mencintainya..
Mungkin pernah aku tersayat kecewa,
Mungkin pernah aku diam letih menjaga,
namun tiada pernah aku rela mengacuhkanmu.
Perhatianku memang terpecah...
Dilema kehidupan nyata telah menempatkan aku begini,
Aku memang terseok-seok,
Tetapi aku tetap selalu berusaha bertahan semampuku.
Engkau cintaku yang pernah hilang...
Engkau hati dari pengharapan yang pernah luluh,
Engkau kesepianku yang pernah terindukan,
Engkau jua mimpi yang pernah tak tergantikan.
Jika dalam hal ini aku di tuduh salah,aku terima aku salah...
Tetapi apa dan bagaiman aku di tuduh salah?..
Sedang aku tak berdaya merengkuh lagi cintanya,
Karena memang aku mencintainya..
Cintamu itu hanya Untukku...
Terkadang harus melewati banyaknya ritangan kecil...
Perselisihan pendapat,kesalahfahaman pun tak terelakkan,
Tetapi cintamu itu untukku bukan?..
Ya...itu yang terucap untukku.
Hanya untukku...
Seperti yang ku dengarkan dan yang ku jalani bersamamu,
Tak peduli meski melalui curamnya jalan,
Tak peduli setiap saat kehancuran pun menguntit,
Tetapi aku selalu meyaqinkan diriku tentangmu.
Bertahankah kau mencintaiku seperti aku mempertahankannya?...
Lewati waktu sampai pernah engkau menghilang di persimpangan,
Aku pun tetap jua menunggumu sampai kita kembali di satukan,
Meski dalam saat dan keberadaan yang kecut bagiku.
Akan tetapi aku masih mencintaimu...
Hingga kata-kata itu tenggelam disetiap kedekatan kita lewati waktu,
Terpisahnya jarak bak hanya soal badani,
Aku mencintaimu sampai tak lagi bisa ku katakan lagi seberapa besar itu ku jalani,
Hingga kini..
Perselisihan pendapat,kesalahfahaman pun tak terelakkan,
Tetapi cintamu itu untukku bukan?..
Ya...itu yang terucap untukku.
Hanya untukku...
Seperti yang ku dengarkan dan yang ku jalani bersamamu,
Tak peduli meski melalui curamnya jalan,
Tak peduli setiap saat kehancuran pun menguntit,
Tetapi aku selalu meyaqinkan diriku tentangmu.
Bertahankah kau mencintaiku seperti aku mempertahankannya?...
Lewati waktu sampai pernah engkau menghilang di persimpangan,
Aku pun tetap jua menunggumu sampai kita kembali di satukan,
Meski dalam saat dan keberadaan yang kecut bagiku.
Akan tetapi aku masih mencintaimu...
Hingga kata-kata itu tenggelam disetiap kedekatan kita lewati waktu,
Terpisahnya jarak bak hanya soal badani,
Aku mencintaimu sampai tak lagi bisa ku katakan lagi seberapa besar itu ku jalani,
Hingga kini..
10 Juni 2009
Jangan Menangis,cinta...
Jangan menagis ya,cinta...
Aku tak ingin kau bersedih dengan apa yang terjadi,
Jujur aku tak bisa melihatmu seperti ini,
Jujur aku tak bisa melihatmu terus larut dengan derita mu.
Bukannya aku melarangmu tuk tak menangis,cinta...
Aku hanya tak kuasa melihatmu begitu berat menanggungnya sendirian,
Aku ingin kau mau membaginya bersamaku,
Izinkan aku tuk mendengarkan semua keluh-keluhmu.
Percayalah padaku,cinta...
Bersandarlah di bahuku dan menangislah sepuasmu di dekapku,
Sungguh bila itu yang bisa membuatmu jauh lebih nyaman,
Aku bersedia bersamamu.
Jangan menangis lagi,cinta...
Meskipun setidaknya itu mampu melodangkan setiap sesak di dada,
Walaupun itu akan mengeringkan airmata dan tak mengusir penatmu sedikitpun,
Izinkan aku membasuh perihmu dengan apa yang bisa ku lakukan buatmu..
Mendekatlah padaku,cinta...
Biarkan semuanya usai di dekapku,
Agar engkau kembali ceria seperti yang ku tahu selama ini,
Agar tak muram segala cahaya mu menjadi jelaga memerih hati.
Aku tak ingin kau bersedih dengan apa yang terjadi,
Jujur aku tak bisa melihatmu seperti ini,
Jujur aku tak bisa melihatmu terus larut dengan derita mu.
Bukannya aku melarangmu tuk tak menangis,cinta...
Aku hanya tak kuasa melihatmu begitu berat menanggungnya sendirian,
Aku ingin kau mau membaginya bersamaku,
Izinkan aku tuk mendengarkan semua keluh-keluhmu.
Percayalah padaku,cinta...
Bersandarlah di bahuku dan menangislah sepuasmu di dekapku,
Sungguh bila itu yang bisa membuatmu jauh lebih nyaman,
Aku bersedia bersamamu.
Jangan menangis lagi,cinta...
Meskipun setidaknya itu mampu melodangkan setiap sesak di dada,
Walaupun itu akan mengeringkan airmata dan tak mengusir penatmu sedikitpun,
Izinkan aku membasuh perihmu dengan apa yang bisa ku lakukan buatmu..
Mendekatlah padaku,cinta...
Biarkan semuanya usai di dekapku,
Agar engkau kembali ceria seperti yang ku tahu selama ini,
Agar tak muram segala cahaya mu menjadi jelaga memerih hati.
Aku dan dunia,bagiku..
Hempaskan saja semua gundah yang meneteskan airmata...
Buang jauh segenap buruk sangka jiwa tentang kisah hari esok,
Luluh lantakkan saja segala berita pengguncang hati mu biar tak rapuh,
Kembalilah..kembalilah..
Dengarkan suara kesadaran hatimu...
Dimana jauh didasar pemahaman juga rasa hatimu pun tak berdaya,
Mungkin hanya diam tanpa kata saja yang menjadi pilihan terbaikmu saat ini,
Cukup diam dan diam lah tuk fahami dan meredam segenap perih di hati.
Yaqinlah...
Yaqinkan hati mu betapa segala yang selama ini mudah kau dapatkan adalah godaan,
Betapa segala kesakitan dan dilemanya yang sekarang menimpa juga adalah godaan,
Namun mungkin itu hanya gelitik kecil untuk di sadari..
Betapa bersyukur atau tidaknya kah dengan semua yang kau miliki.
Yaqinlah...
Jangan hanya selalu mengeluh jika sedikit saja di cubit oleh-Nya,
Tetapi ingat dan sadari lah baik-baik apa yang telah Dia hamparkan untukmu selama ini,
Sebandingkah kesenangan yang kau dapatkan dengan sedikit cubitan kecil-Nya?..
Yaqinlah...
Lebih baik tidak menjadi rakus dengan terus meminta tanpa berterimakasih,
Daripada selalu rakus dengan apa yang telah di miliki tanpa mensyukurinya,
Apalagi hanya sibuk meminta dan mengeluh.
Lupa kah aku...
Jika meminta setelah di kabulkan justru membanggakan diri dan lupa diri,
Jika di uji sedikit saja sudah mengeluhnya seperti tak pernah dituruti setiap meminta,
Tak malu kah kamu menatap-Nya dengan rakusmu itu?..
Tak malu kah kamu lupa diri bahwa semua yang ada padamu adalah rohmat-Nya?..
Buang jauh segenap buruk sangka jiwa tentang kisah hari esok,
Luluh lantakkan saja segala berita pengguncang hati mu biar tak rapuh,
Kembalilah..kembalilah..
Dengarkan suara kesadaran hatimu...
Dimana jauh didasar pemahaman juga rasa hatimu pun tak berdaya,
Mungkin hanya diam tanpa kata saja yang menjadi pilihan terbaikmu saat ini,
Cukup diam dan diam lah tuk fahami dan meredam segenap perih di hati.
Yaqinlah...
Yaqinkan hati mu betapa segala yang selama ini mudah kau dapatkan adalah godaan,
Betapa segala kesakitan dan dilemanya yang sekarang menimpa juga adalah godaan,
Namun mungkin itu hanya gelitik kecil untuk di sadari..
Betapa bersyukur atau tidaknya kah dengan semua yang kau miliki.
Yaqinlah...
Jangan hanya selalu mengeluh jika sedikit saja di cubit oleh-Nya,
Tetapi ingat dan sadari lah baik-baik apa yang telah Dia hamparkan untukmu selama ini,
Sebandingkah kesenangan yang kau dapatkan dengan sedikit cubitan kecil-Nya?..
Yaqinlah...
Lebih baik tidak menjadi rakus dengan terus meminta tanpa berterimakasih,
Daripada selalu rakus dengan apa yang telah di miliki tanpa mensyukurinya,
Apalagi hanya sibuk meminta dan mengeluh.
Lupa kah aku...
Jika meminta setelah di kabulkan justru membanggakan diri dan lupa diri,
Jika di uji sedikit saja sudah mengeluhnya seperti tak pernah dituruti setiap meminta,
Tak malu kah kamu menatap-Nya dengan rakusmu itu?..
Tak malu kah kamu lupa diri bahwa semua yang ada padamu adalah rohmat-Nya?..
Langganan:
Postingan (Atom)
Archives
-
▼
2011
(114)
-
▼
Januari
(114)
-
▼
Jan 14
(81)
- <[Dari Pengasingan]> c.p 1-12 dewa in Memorial Mob...
- <[2 dArI Pengasingan]>
- <[3 dArI Pengasingan]>
- <[4 dArI Pengasingan]>
- <[5 dari Pengasingan]>
- <[6 dArI Pengasingan]>
- <[7 dArI Pengasingan]>
- <[8 dArI Pengasingan]>
- <[9 dArI Pengasingan]>
- <[10 dArI Pengasingan]>
- <[11 dArI Pengasingan]>
- <[12 dArI Pengasingan]>
- Aku bicara tentang Wanita...
- Bukan Pujangga dengan Puisinya...
- Inilah hatiku,sayang..........
- " PENERIMAAN TANPA SYARAT "
- Sederhana
- Sesaatpun ku mau
- Tak seHarusnya
- Kenangan bersamamu....
- Aku tersenyum...
- Skripsi Hati Sepi
- Masih Muda(tentang CINTA): Dari Wanita itu..
- Sesuatu tentang CintA.........
- Sesuatu tentang...
- Sesuatu tentang CINTA..
- Nyanyian Burung Menjelang Senja
- Jika Tak Cinta dia...
- Berusaha lah...
- AKu dan Kau
- .:: Noktah Sepi ::.
- Dari Hati...
- .:: Berlepas...
- .:: Kilah Hati....
- .:: Tersenyumlah,Cinta...
- .:: Ingatlah,Cinta...
- .:: Dulu dan Kini...
- .:: Dari Hati(caraku)....
- .:: (Kisah)Aku Juga Bisa.....
- .:: Tengok Rapuhnya...
- .:: Aku dan Kenangan..........
- .:: Aku MenCintaiMu......
- .:: Makalah Sepi..........
- .:: Diary Sepi..........
- .:: Maafkan Aku....
- .:: Teruntuk Sebuah Janji..........
- .:: Nanar........
- .:: Ungkapan Tak Jadi....
- .:: Kenangan Tiba...
- .:: Makalah Hati...
- .:: Kilah-Kilah Waktu...
- .:: Perih....
- .:: Membisu....
- .:: Sahabat... ::.
- Harus Ku Terima.....
- Jangan terburu2 membenci...
- .:: Ada Hati di dalam Hati ::.
- :: Aku ingin kau bisa melihat rasamu seperti ku me...
- Aku tak tahu,Maafkan aku..
- Cahaya dan Sepi
- Subhanalloh...Alhamdulillah...Astaghfirulloh
- Sepeninggal kita
- Melihatmu lagi...
- Rasa tak terbantah...
- Berpeluh sangka engkau mendera
- Saat Tertinggal...
- Aku dan Catatanku...
- .:: Rasa Sesuci ::.
- .:: Ceritakanlah... ::.
- .:: Fahami rasaku(Rasa Seorang Wanita) ::.
- .:: Terima ini..(dg hati yg basah/lemah lembut) ::.
- .:: Tentang Kita ::.
- .:: Masih disini.. ::.
- .:: Sudahi perih itu... ::.
- .:: Tentang Perasaan,Rasa,Cinta.. ::.
- .:: Titik.. ::.
- .:: Dari Dan Untuk... ::.
- .:: Cantik ::.
- .:: PerSIAPkan diri..(hai,eL..) ::.
- .:: Aku pernah,apa kau juga pernah..(hai,eL..) ::.
- .:: Sisa Kenangan ::.
-
▼
Jan 14
(81)
-
▼
Januari
(114)