30 Juni 2010

.:: To LoverS...........

Ada sebuah lonceng yang tertinggal disini,yang slalu berdentang manakala kesunyian menyergapku.Yang slalu memainkan irama kerinduan yang panjang dan seperti tak pernah berakhir,yang selalu mengingatkan padamu...
Kerinduan ini apalah artinya?Apalah maknanya apabila kenyataan lebih banyak berbicara.Seringkali aku merenung,mengkaji ulang segala peristiwa yang pernah terjadi.Mencoba menelaah diri dan siapa yang paling bersalah diantara kita,tapi aku tak pernah mampu menemukan jawabannya.Karena disisi hatiku yang paling dalam selalu ingin berkata; inilah jalan yang terburuk bagi kita.
Kerinduan akhirnya hanya perlambang bahwa kita pernah saling menghormati,pernah saling menghargai.Tetapi kerinduan itu juga bagai matahari yang slalu datang di pagi hari,yang memberikan kita kehangatan bahkan sesekali sengatan.Tetapi akan meninggalkan kita di kala senja datang. Atau seperti bulan yang kadang datang malu-malu,memayungi malem dg sinarnya yang temaram,yang slalu menjanjikan keindahan.Seperti saat benih kasih di hati yang berkembang malu-malu dan sangat menakjubkan,setiap detak jantung selalu menyanyikan tembang rindu..yach..Benih kasih yang tumbuh ketika saat kanak-kanak dan berkembang sampai dewasa,melaju mengikuti irama waktu yang terus berputar.Menjalin harapan-harapan dan kesetiaan,hanya sederhana keinginan itu tetapi waktu juga telah banyak memainkan peranan.
Sesungguhnya aku ingin mengenyahkan dirimu dari alam fikiranku,aku ingin menghapusnya pergi...Aku ingin bayang-bayangmu lenyap dan tak pernah berkelebat di benakku.Tetapi segala usahaku sia-sia..Kamu bahkan selalu datang dalam sepiku,selalu menggelitik jiwa ini untuk menemukanmu kembali,paling tidak menemukan sosokmu untuk pelepas rinduku.Sosok yang mengusik ketenanganku,tetapi anehnya aku begitu menikmatinya. Kau...
Ada rindu yang tak terbatas di atas luka-lukaku..Luka yang kau torehkan di jantungku atau luka yang ku torehkan sendiri seperti katamu.
Sudah lama itu,tapi terus basah dan tak pernah dapat sembuh hingga kini.



Buat penulis,thanks..

.:: Sahabat...

Rasanya seperti baru kemarin tahun berganti...
Suka dan duka terlewati laksana hembusan angin,
Kerinduan pun di lalu itu,semisal musim saja
Hendak di ulang,mimpi jua wujudnya.
Namun...
Beberapa patah kata masih terngiang di telinga
Hingga masih terasakan kedekatan itu menambah kerinduan,
Rindu pada seorang sahabat karibku.
Andaikan ada jumpa lagi...
Kan ku sisakan cerita untukmu,sobat...
Tentang mimpi-mimpiku di hari kemarin,
Tentang harapan-harapan di masa nanti,
Tentang kita di masa lalu..
Semoga...

.:: Membisu....

Dalam lengang jiwa,hati membeku...
Terasa tergolek kepala di rimba kisah.
Berat menempuh jalan ini...
Harus ku menanggung kehampaan di sisi kenangan,tanpa lagi bisa aku meminta bayangan itu pergi.
Karena...
Ada indah yang masih menyertainya,ada kasih yang masih terjilid disana..pada makalah cerita dulu.
Kapan lagi tereguk...
Kesegaran itupun nyatanya terasakan,walau hanya terucap untuk bahagianya kerongkongan kehausan.
Sejenak...
Ada kelelahan menjelma,termakna gelisah jiwa pada kosong aku menatap desahan nafas faham menyusul dan mencoba merobek kebisuan di hati laksana merobek bungkus-bungkus pilu pada pilar-pilar kenangan.
Mungkin juga...
Sisa canda itu mampu menyisir semburatnya kisah dan mampu melengkapkan kebahagiaan,seperti sebagaimana adanya waktu bersama dulu..

Tertanda
Senja si burung dara

.:: Do'a Sang Kekasih...

Yaa Alloh...
Seandainya telah Engkau catatkan dia menjadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan di antara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan Yaa Alloh..Yaa Tuhanku yang Maha Mengasihi...
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi
Tetapi Yaa Alloh...
Seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku
Bawalah dia jauh dari pandanganku
Luputkanlah dia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada di sisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Yaa Alloh ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontarkan bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agar aku bisa berbahagia walaupun tanpa bersamanya
Dan yaa Alloh yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya
Yaa Alloh ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan adalah yang terbaik bagi setiap hamba-Mu

.:: Kilah-Kilah Waktu...

Menjadi tiada terasa...
Di penghujung sampai dulu jadi hulu rindu
Di semai sajak-sajak sang pialang penabur benih
Indah lagu di nyanyikan..
Merdu suara terdendangkan..
Terdekap jua seba' dalam dada sembab tersiksa
bersama tergores lantun bait berbait terucap
dari bibir yang telah basah oleh celetuk dan gemeretak rahang
tandai sebuah pengorbanan diri tuk bertahan dari buih-buih kasih..bagian gulung bergulung rindu yang terdekap.

.:: Perih....

Ujung semak hati merona...
Hasrat meremas,cemas mengoyak
Sekejap gugur punah,airmata tergelak
Cuma ronta dan meronta yang terbang tak bersayap.
Perlahan-lahan...
Raut wajah mengembun,
Basah di guyur,keringat tapak lelah
Hendak bergulat,jiwa memelas
Tuk peras penat,buahkan kisah dan cerita sebuah peristiwa.
Orang akan tahu...
Aku menunggu geraknya hati,
Coba ku turut nasehat selagi mampu,
Karena hanya itu..Jalan setapak yang harus ku jalani
Dan aku menerima dengan rela...
Selagi aku mampu berlapang dada untuk itu.

.:: Makalah Hati...

Bayangan silam yang membekas dalam,sepangku kenangan tercucur harum mengalun dalam irama tembang gita pagi merenda di antara rapsody indah,lalu elegi itupun menghujam dada untuk terakhir kalinya.
Dan sirna lah segalanya,seketika..Tatkala usia senja menutup horison di mataku.
Malam larut tiada hening...Terselip sisip lembar-lembar kasih di hari lalu yang menguap karena embun peristiwa,memuai karena desir rasa yang menggugah.Lalu aku cari serpih-serpih kasih...
Yang hampir hilang dan sirna dalam kurun waktuku,terlangkah jiwaku jua mengusik pita-pita lama..Susunan cinta kasih yang melembut di hati.
Ku ucap kembali dan ku goreskan jua...
Terbawa hampa sesekali ku ingat perjalanan silam,duduk manis menimang sebuah bayangan indah,yang melara hati sekaligus tercinta.
Ku benci sayatannya yang melukaiku...Kisah-kisah itu terlukis kembali di antara alur peristiwa kasih,lalu di rimbunan pepohonan aku menguapkan desah..Coba usir lara,satu langkah tuk hindari kepedihannya.
Tulangku yang lelah meminta terhenti,namun langkah jiwa dan hatiku tiada kunjung menyadarinya.
Aku pun tak sanggup mencegah...Itu mau dari perasaanku yang di guncang renjana,sebuah perjalanan jauh susuri jeram rasa yang terjal dan berliku.
Perlahan ku pegang erat-erat tonggak sejarah...Sejumput kenangan membuat jentik-jentik bulu mata basah oleh airnya,manis tiada dapat lengkap dirasa..Lara merekrut tulus sebuah pengharapan cinta.
Ini indah yang melara...
Sekuntum harum bunga kasih terlerai di kubang peristiwa,mimpi-mimpi indah malam pun punah dan luluh lantak.Lalu hari-hari pun keruh tanpa bunga,tiada kuncup mekar lagi mengindah...Semuanya sebatas bayangan dalam jiwa.
Tuk lari...Nyatanya naif juga akhirnya.
Tuk terhenti...Musykil dan teramat mustahil wujudnya.

.:: Kenangan Tiba...

Kereta akan tiba menjemputmu...
Sampai di tujuan jangan lupakan kami,
Setidaknya masih kami dengar kabarmu,
Kalau memang tak ada udzur.
Dan jika nanti engkau kembali...
Kirim warta dahulu kapan kamu datang,
Nanti biar di stasiun kau kami jemput,
Sekalian kita jalan-jalan ke kota.
Kamu perlu sedikit penyegaran...
Kami harap kamu sudi menerima tawaran kami,
Anggap saja ini hadiah persahabatan kita,
Yang sekian tahun terkubur dan terpisah.

.:: Ungkapan Tak Jadi....

Duduk bersandar begini...
Aku jadi ingat ketika kecil disini
Memainkan seruling sambil mengawasi padi
Sesekali pula bermain layang-layang.
Lucu juga...
Banyak kepolosan yang membuatku merasa bodoh
Tak pernah berfikir nantinya bagaimana
Yang ku tahu waktu itu hanyalah
..."Aku ingin layang-layangku terbang tinggi"...
Dan...
Pernah juga suatu waktu di bawah pohon ini
Aku meringis menahan perih tercubis duri
Darah yang mengalir membuatku takut
Cemas kalau nantinya aku tak bisa berjalan lagi.
Tetapi...
Darahku pun tetap juga mengalir
Meskipun luka nya telah sembuh
Namun darah itu masih mengalir juga
.."Darah dari kenangan yang takkan lagi ada"..

.:: Nanar........

Aku meniti di tepian resah...
dan terasakan keletihan itu gerogoti asa
Sejenak...Aku terpekur menatap jauh ke awan
Seolah disana ku temukan kembali masa silam yang penuh dengan cerita indah.
Ah...
Malam kian gelap
Mengapa masih saja aku suka membuka kembali makalah dulu
sebuah skripsi hidup yang begitu mempesona dan roman itu?..
.."Tidakkah semua itu hilang saat ini?.."Selorong nurani di kedalaman pilu
yang terpahat dan terukir aksara-aksara kasih.
Diam...Aku menapak lagi
menyusuri lorong-lorong kenangan
menapaki duri-duri yang selama ini merobek rasa indah perasaan.
Sunyi...
Yang ku dengar hanya rintihan di kedalaman hati
sedang jiwa hiruk pikuk oleh pertanyaan dan jawaban.
Ku usap wajah ini...
ku temukan longsongan kesedihan itu terbuang percuma,tetapi masih saja aku merasa letih..letih menahan gelombang prahara kehidupan dan kasih yang kerap datang mendera..

.:: Teruntuk Sebuah Jainji..........

Bila saat-saat bersama itu terkenang
Dan bila kerinduan itu membangkitkan jiwa mengenang
Maka..Kerinduan itu tak ubahnya seperti Sang Surya
Yang kemilau melembayung di kaki langit
Memberikan keindahan tersendiri dengan warnanya
Cerah keemasan membangkitkan rasa bahagia dan ta'jubnya sebuah perasaan.
Seperti kehadiran dirimu,bagiku...
Sekejap berjanji,sekejap telah berlalu pergi
Sekedar mengucap kata "saling percaya" lalu segera sirna.
Mungkin inilah yang disebut sebagai kehadiran Sang Malam...
Kegelapan yang menjadi rasa takut sebuah perasaan
Untuk sebuah kehadiran dan kebersamaan
Untuk sebuah perhatian dan sebentuk curahan kasih sayang.

.:: Maafkan Aku....

Dari pertama bertemu tak ku duga sebelumnya,semula hanya sekedar saling sapa,bercanda seadanya..Boleh dikatakan kita hanya sepintas lalu saling kenal;itu pun tak ada yang istimewa dalam setiap percengkramaan.
Namun dari waktu yang terus bergulir seiring pergantian musim,aku merasa akhir-akhir ini pertemuanku dengan mu berubah..
Ada sesuatu perasaan girang melanda bathinku apabila bertemu denganmu atau hanya sekedar saling menyapa,getaran dadaku begitu beriak-riuh dan bergemuruh.
.."Apa yang istimewa hingga demikian jadinya perasaanku terhadapmu?"..
Aku tak akan menyesal atas yang kurasakan ini,aku juga takkan menyesal jikalau kau merasa tersinggung dengan pengakuan ini.
Aku juga tak menuntut hak apa-apa padamu...
Namun besar harapanku kiranya kau sudi melerai pertikaian bathinku ini,tenangkan hasratku yang bergolak bila teringat dirimu;yang serasa ingin bersamamu,di sisimu,memilikimu dan kau miliki aku.
Maafkan aku...

Archives