29 Maret 2010

Kesadaran Mencinta lah..

Yach..kesadaran akan cinta lah mampu membuat yang PERGI menjadi KEMBALI..yang JAUH menjadi terasa DEKAT dan LEBIH DEKAT..yang membuka KEBENCIAN menjadi PERMAAFAN nan bijak.Kesadaran MEN-cintai,DI-cintai dan kesadaran akan KEAGUNGAN CINTA lah yang kan memberi cahaya terang manakala jiwa tersesat pada bengisnya penilaian-penilaian atas ego yang tak terpenuhi.Kesadaran akan MAKNA HAKIKAT CINTA lah yang membuat dada lapang,berjiwa besar dan selalu ber-i'tikad baik dalam naungan kasih sayang...

Kidung Suara Cinta

Mengalun lirih dari muara keabadiaan...
Mengalir lembut menembus palung terdalam,pada suci nya hati nan tak terjamah.
Pengabadian pun merasuk...
Cinta telah memilih singgah dan melebur diri dalam sifat pun dzat,maka segenap pandangan mata pun bak sempurna dari dan dalam cinta.
Kidung suara cinta...
Bagai laksa rasa tak terjamah,suci nan abadi..Jika saja aku adalah abadi,maka air cinta lah peng abadi nya beserta pembuai kesempurnaannya.
Kidung suara cinta...
Tembang jiwa tak terjamah..tembang peng abadi rasa terahasia..lembut melantun mengaliri setiap tetes air mata dan darah pengabdian,atas cinta yang terasakan menjiwa,berpengabdian tanpa lelah tuk tetap mencinta..

Menunggu tanpa Harap

Ketika bias penantian memetik rundungnya kecemasan di balik bayangan indah,cemas-cemas bagai lilitan temali kepastian yang tiap detik telah menggerogoti kepercayaan.
Menanti tanpa harap...
Tak mudah mengesampingkan besarnya ambisi terwujud di antara kenyataan yang belum terjawab,begitu tak pasti dan membangkitkan beragam ke"andai"an.
Sudah ridlo kah menerima realitanya...
Karna segala tunggu tak selamanya nyata,sebab segala nanti menyesakkan dada bila penuh harap.
Maka izinkan lah tuk menunggu tanpa berharap,agar tak hujamkan kesakitan bagai nan abadi.

Di Lalu Waktu

Biar membisu dan terkubur tanpa tahu mengapa serta bagaimana.
Di lalu waktu...
Tempat tersemai larungku mendiamkan gairah menunggu,walau tak tentu pun tlah ku tunggu dari sekian waktu yang terlewati.
Di lalu waktu...
Guratkan kenangan manis itu bak berdarah,hidup dan diam di sela helas nafas..detak jantung..mengusik lirihnya perih mencubis-cubis.
Di lalu waktu...
Tempat ku paparkan cerita kecil tentang sebuah hati yang menanti di antara riak bimbang dan gelombang perasaan terluka diam-diam,menaifkan pandangan tuk selalu tersenyum dan menafikan rasa perasaan agar terkubur pelan-pelan..mati dan tak kan ada lagi pengharapan..tentang memiliki..tentang merajut hari..tentang kepuasan berdua..tentang nurani yang terbebat luka sendiri tuk tetap menanti.

25 Februari 2010

<[Mengenangkan..]>

Tak menyesal sedikitpun aku mengingatmu...
Hingga ku lewati malam ini ku tetaap mengagumimu,
Begitu bangga nya diriku bersamamu,
Dulu pun kini.

Ingin ku ceritakan pada semua orang...
Aku dan kamu punya cinta yang begitu mengagumkan,
Membuatku terus bertahan dan bertahan sampai detik ini,
Meski pias perih kini terpahat.

Hampir setiap cela mu di mata mereka,bagiku indah...
Sedangkan semuanya telah bertahun-tahun berlalu,
Kau tetap saja indah bagiku,
Cinta kah yang kurasakan ini?..

Di balik semua keperihan ini...
Tak lekang jua ku memujimu,
Meskipun mungkin kau tetap takkan kembali,
Aku tetap tak menganggapmu pergi.

Ku kenangkan cintamu sekali lagi...
Ku buai diriku sendiri agar senantiasa nyaman pernah bersamamu,
Sampai kapanpun ku nyaman bersamamu,
Senyaman ketika kau masih disini bersamaku,
Dalam hati dan janjiku..

<[Lelakune Ati]>

Soyo sewu soyo sepi...
Orah usah digetuni,
Kabeh bakal ngalami,
Iku mono cuma perkoro wektu..

Kahanan iki ora mung aku sing ngrasakno...
Ojo ndadekno atimu gelo lan cidro,
lilo o..lilo o..

Sak anggermu ngersulo..
Sak anggermu olehe getun..
Ora bakal iso ngerubah opo sing wes dadi pandume Gusti,
Mulo iku elingo lan ojo terus ngersulo.

Atiku yo atimu...
Sak pirang-pirang anggere nyacat,
Atiku yo atimu..
Sak pirang-pirang anggere njaluk.

Lelakune ati...
Ora ono sing kebacut mung awak e dewe,
Mulo soko iku,
Lilo o..lilo o marang pandume Gusti.


<[Luka]>

Aku terluka..

Luka...
Aku membiur parah.

Luka...
Aku luka-luka.

Luka..
Aku mati.

Luka..
Aku perih.

Luka..
Hatimu terluka.

Luka..
Rejam aku luka.

Luka..
Luka..
Cinta ku terpendam luka.

luka..
Rinduku terluka.

Luka..
Oh..Luka..
Mati kan aku,luka..

<[Aku Harus Pergi]>

Tak ada tetesan airmata..
Pun tak ada kata menyanggah..

Lebur hatiku bersama kehilangan...
Cinta bagai ukiran tanpa warna,
Teramat pedih mengharap,
Cintaku kini telah berkalang darah.

Manakah kepiluan terbesar dari kehilangan ini...
Kepergian membuatku harus pergi,
Tak sedikitpun menoleh membawa hatiku,
Sisakan kelukaan mengabadi.

Aku harus pergi juga...
berlama-lama disini hanya kan terus meluka,
Walau ku tak tahu disini pun apakah ku juga tak terluka,
Namun ku harus pergi..

Biar tak tersisa lagi cinta ini...
Biar tak ada lagi yang ku cintai,
Biar..
Biar..
Terlalu perih ku begini siksa.

<[Siapa Kan peduli]>

Aku sudah kering...
Tak memilikimu adalah kehilangan parah,
Telah ku cinta dan ku cintai dirimu,
Hingga aku kalap.

Siapa lagi yang kan peduli sepertimu...
Yang menerima ku begitu tulus dan penuh cinta,

Siapa lagi yang peduli sepertimu...
Hilangkan ku dari kegairahan.

Siapa lagi yang peduli sepertimu...
menyertaiku dengan tanpa pernah lelah.

Siapa lagi kan sepertimu...
Ku minta jua kau saja.

Siapa lagi pedulikanku...
Jika kau sudah tak peduli diriku,
Hidupku..
Hatiku..
Cintaku..

<[Setelah Kau pergi]>

Terhenyak tanpa kata...
Menyeruak selubung hatiku perih berlaksa,
Tak mampu ku bendung dan tak berdaya ku cegah,
Aku kecewa.

Sejuta damba dan rindu memendam...
Riak bangga ku pun tenggelam ke hati terdalam,
Sperti sudah tak ada lagi kata terungkap,
Kepergianmu meninggalkan luka sangat-sangat merejam.

Berapa lama kan ku jalani lagi...
Waktu-waktu ku semenjak kau pergi,
Kini lagi dan lagi kau memutuskan tuk pergi,
Masihkah hatiku kan kembali menerima mu kelak?..

Aku bimbang...
Luka ini tak semestinya ku rasakan,
Gelisah ini tak seharusnya menenggelamkanku kembali,
Aku masih mencintainya..
Masih dan masih kan tetap mencintainya.

Perih..........

<[Cinta..Maafkan Bila..]>

Ada kias dan kata yang tak berkenan...
Maafkan bila sudra ku ini mendukakan,
Maafkan bila cinta ini memenjara.

Cinta...
Maafkan bila rasa ku dan mau ku tak sejalan,
Maafkan bila kealpaan membuatmu gundah,
Maafkan bila ternyata sikap dari rasa ini tak seiring tingkah.

Cinta..Cinta...
Jangan buat aku pilu sendiri,
Jangan bakar aku dalam kefanaan abadi,
Jangan biarkan aku memuai dan membuatmu pergi.

Cinta...
Maafkan bila ku tetap cinta.

<[Aku dalam pandanganmu]>

Kalau dulu aku orang yang penyabar menurutmu,begitupun sekarang...
Meski terkadang aku tak tahu kesabaran bagaimana yang engkau maksud,
Aku mungkin bisa tetap bersabar yang kau tak bisa melakukannya,
Tetapi..
Akankah kesabaranku ini kau permainkan?..

Bukankah telah ku perbuat yang selayaknya ku perbuat...

Bagiku...
Mencintaimu adalah pilihan,
Yang mana aku musti berbuat yang terbaik untukmu,
Untuk kita,aku dan kau.

Tdak ku paksakan bersabar terhadapmu...
Sebab kesabaran itu mengalir dengan sendirinya,
Kalaupun aku jadi pemaaf,
Pandangan cinta ku lah yang membuatku pemaaf padamu.






Archives