Dia adalah sempurna itu sendiri...
Tatkala keindahan-Nya memancar dan terpancar atas Sang kekasih,seindah apa segenap pandangan selain pandangan pecinta atas kekasih?..
Ini tentang hati pecinta pada kekasih...
Sentuhannya adalah sentuhan jiwa,pelukannya adalah pelukan hati.Nafsu nya adalah keselaluan bersama Sang kekasih.
Tidak ada jasad berlumur durja,tidak ada syahwat pendosa melumuri setiap pandangan mata ataupun sentuhan nista.
Gelora nya adalah kemulyaan,ingatannya pun menjadi esa.Lapar dan hausnya adalah duka merindu.
Asmara di hati yang meliputi diri memenuhi penglihatannya melahirkan penjagaan,noda nya adalah ketakutan ditinggalkan.
Buah rindu nya adalah doa dan pengharapan pun ridho adalah puncak kesadaran.
Yang mengalun memecah sunyi,tatkala kesendirian merasuk dan manakala hati terbuai dalam balur tak bernama..Tersenyum sendiri..Terbuai mimpi..Lalu terhenyak sirna tanpa kata.
13 Januari 2011
.:: Jangan Biarkan.. ::.
Jangan biarkan rasa ketidakmampuan mengendap dan menguasai hatimu,karna itu hanya akan melemahkan jawaban-jawaban terbaik yg bisa dilakukan..
Jangan biarkan rasa ketidakmampuan menyetir pemikiranmu,sebab itu akan melemahkanmu pada keyaqinan atas Tuhanmu.
Jangan biarkan rasa ketidakmampuan selalu ikut menafsiri setiap tindakan baik yang kau lakukan,karna itu akan membuatmu miskin dan lemah.
Jangan biarkan pengetahuan dan pemikiran mendominasi cara berfikirmu bahkan cara menilaimu,sebab itu akan membuatmu sombong dan lupa diri serta menjauhkanmu dari hati nurani mu terlebih pada kebesaran,kekuasaan dan kekuatan Tuhan.
Jangan biarkan rasa ketidakmampuanmu menciptakan wilayah yang lebih besar dari keyaqinanmu,sebab itu kan mengucilkan dirimu sendiri dari orang yang kau cintai..
Jangan biarkan rasa ketidakmampuan menyetir pemikiranmu,sebab itu akan melemahkanmu pada keyaqinan atas Tuhanmu.
Jangan biarkan rasa ketidakmampuan selalu ikut menafsiri setiap tindakan baik yang kau lakukan,karna itu akan membuatmu miskin dan lemah.
Jangan biarkan pengetahuan dan pemikiran mendominasi cara berfikirmu bahkan cara menilaimu,sebab itu akan membuatmu sombong dan lupa diri serta menjauhkanmu dari hati nurani mu terlebih pada kebesaran,kekuasaan dan kekuatan Tuhan.
Jangan biarkan rasa ketidakmampuanmu menciptakan wilayah yang lebih besar dari keyaqinanmu,sebab itu kan mengucilkan dirimu sendiri dari orang yang kau cintai..
.:: Ojo Sering Ngersulo(bhs jawa) ::.
Yek opo dadine ati nek awak dewe sering ngersulo?..pastine sirah dadi ngelu,fikiran tambah mumet,atine dewe dadi ga keurus.lak ngunu tah..
Wes ta lah nek ga percoyo coba di jajal dewe..nek percoyo brarti sing tak tulis iku kenyataane.
Sopo wonge sing seneng nek ngunu terus?...
Tandang gawe dadi aras-arasen,mundak emosian.cupet ati cupet fikir,dadine tambah judek.
Wes ta lah nek ga percoyo coba di jajal dewe..nek percoyo brarti sing tak tulis iku kenyataane.
Sopo wonge sing seneng nek ngunu terus?...
Tandang gawe dadi aras-arasen,mundak emosian.cupet ati cupet fikir,dadine tambah judek.
.:: Jangan Biarkan Damai ini Pergi ::.
Kalau pernah dengar cuplikan syair lagu itu,rasanya tenang seketika...
.."Jangan biarkan semuanya berlalu"..
.."hanya padaMu Tuhan tempatku berteduh"..
Saat kau sendirian..
Saat kau merasa kesepian..
Saat kau merasa tak ada yang menemani dan mendengarkan..
Kemana tempat terbaik yang mendamaikan?..
Bukan jiwamu yang terus mempertanyakan..
Bukan jiwamu yang terus melemahkan..
Bukan jiwamu yang terus saja saling bertanya jawab seolah tanpa tujuan..
Siapa yang tak pernah merasa sendirian?..seperti tak ada satupun orang yang menemanimu dan mendengarkan keluh sedihmu..
Tepuk dadamu perlahan..
Yaqinkan pada dirimu sendiri..
Engkau punya Hati..
Engkau punya Tuhan bukan?..
Hatimu slalu mendengarkan meski suaranya seolah ada dalam dirimu..
Tuhanmu Maha Mendengar meski kau mungkin terhijab merasakan pun menyadarinya..
Yaqinkan dirimu seyaqin-yaqinnya!!..
.."Jangan biarkan semuanya berlalu"..
.."hanya padaMu Tuhan tempatku berteduh"..
Saat kau sendirian..
Saat kau merasa kesepian..
Saat kau merasa tak ada yang menemani dan mendengarkan..
Kemana tempat terbaik yang mendamaikan?..
Bukan jiwamu yang terus mempertanyakan..
Bukan jiwamu yang terus melemahkan..
Bukan jiwamu yang terus saja saling bertanya jawab seolah tanpa tujuan..
Siapa yang tak pernah merasa sendirian?..seperti tak ada satupun orang yang menemanimu dan mendengarkan keluh sedihmu..
Tepuk dadamu perlahan..
Yaqinkan pada dirimu sendiri..
Engkau punya Hati..
Engkau punya Tuhan bukan?..
Hatimu slalu mendengarkan meski suaranya seolah ada dalam dirimu..
Tuhanmu Maha Mendengar meski kau mungkin terhijab merasakan pun menyadarinya..
Yaqinkan dirimu seyaqin-yaqinnya!!..
.:: Antara Keinginan dalam Hati dan Cita-cita dalam Hati ::.
Tidak semua keinginan yang di suarakan dalam diri adalah suara kesucian hati...ia(suara itu)bisa saja dikumandangkan hati karna tidak dilisankan ataupun diperdengarkan jiwa.Dan suara itu adalah alat penyampai keinginan belaka walau tersuarakan oleh hati.
Saking tipisnya,hingga banyak yang tak menyadarinya.
Bukankah tidak bisa dipungkiri terkadang tanya-jawab jiwa dan hasilnya pun disuarakan hati kemudian di lisankan untuk di dengar lawan bicara?..
Bukankah terkadang tanpa melalui suara hati pun,keinginan bisa mengelabui pemikiran untuk melisankan apa yang menjadi tujuan keinginan agar terpuaskan?..
Bacalah fikiran kita sendiri ketika menulis ataupun membaca tulisan ini...
Bisa saja muncul tanya-jawab di fikiranmu dan digumamkan hatimu bahkan mungkin menyuarakan sesuatu hal pemahaman baru.
Bukan tidak mungkin KEINGINAN lah yang menjadi tabir hati kita sendiri untuk membedakan mana HATI dan mana KEINGINAN belaka.
Bukan tidak mungkin justru KEINGINAN lah yang mengatasnamakan SUARA HATI untuk meyakinkan diri sendiri atau orang lain,sementara Orang2 yang YAQIN adalah orang2 yg tak memerlukan pengakuan untuk diakui orang lain?!..
Saking tipisnya,hingga banyak yang tak menyadarinya.
Bukankah tidak bisa dipungkiri terkadang tanya-jawab jiwa dan hasilnya pun disuarakan hati kemudian di lisankan untuk di dengar lawan bicara?..
Bukankah terkadang tanpa melalui suara hati pun,keinginan bisa mengelabui pemikiran untuk melisankan apa yang menjadi tujuan keinginan agar terpuaskan?..
Bacalah fikiran kita sendiri ketika menulis ataupun membaca tulisan ini...
Bisa saja muncul tanya-jawab di fikiranmu dan digumamkan hatimu bahkan mungkin menyuarakan sesuatu hal pemahaman baru.
Bukan tidak mungkin KEINGINAN lah yang menjadi tabir hati kita sendiri untuk membedakan mana HATI dan mana KEINGINAN belaka.
Bukan tidak mungkin justru KEINGINAN lah yang mengatasnamakan SUARA HATI untuk meyakinkan diri sendiri atau orang lain,sementara Orang2 yang YAQIN adalah orang2 yg tak memerlukan pengakuan untuk diakui orang lain?!..
.:: Jika CINTA adalah RASA ::.
Mungkinkah cinta tidak memerlukan raga,bila itu RASA?...
Apakah RASA CINTA tidak bisa dipisahkan dari raga seperti gula dengan manisnya?..
Adalah CINTA bersatu CINTA...
Adalah RAGA bertemu RAGA..
Jika CINTA bermuatan RASA,apakah hak RASA bertemu RASA tanpa RAGA?..
CINTA HATI yang mereka maksud apakah CINTA nya HATI?..atau CINTA dalam HATI nya saja?..atau CINTA yang hanya disuarakan HATI namun tiada CINTA?..
Bila CINTA adalah MUTLAK RASA...mungkin saja itu kan membuatnya merasa ABADI,menampakkan KEINDAHAN dan KEMULYAAN.
Tetapi jika CINTA hanyalah RASA yang didaulat RAGA..mungkin CINTA itu bisa membuat senyawa,antara ABADI dan FANA..antara kepuasan,kebosanan yang kan membawanya pada perceraian.
Apakah RASA CINTA tidak bisa dipisahkan dari raga seperti gula dengan manisnya?..
Adalah CINTA bersatu CINTA...
Adalah RAGA bertemu RAGA..
Jika CINTA bermuatan RASA,apakah hak RASA bertemu RASA tanpa RAGA?..
CINTA HATI yang mereka maksud apakah CINTA nya HATI?..atau CINTA dalam HATI nya saja?..atau CINTA yang hanya disuarakan HATI namun tiada CINTA?..
Bila CINTA adalah MUTLAK RASA...mungkin saja itu kan membuatnya merasa ABADI,menampakkan KEINDAHAN dan KEMULYAAN.
Tetapi jika CINTA hanyalah RASA yang didaulat RAGA..mungkin CINTA itu bisa membuat senyawa,antara ABADI dan FANA..antara kepuasan,kebosanan yang kan membawanya pada perceraian.
.:: Tak Ingin Buat Kecewa dan Ingin Setia ::.
Diantara hati kita..hatiku..hatinya dan hatimu..
Maafkan aku...
Bukan maksud membuatmu kecewa,tapi ku juga ingin tetap setia.
Andai di posisiku adalah kamu,bisakah kau memahami perasaanku?..
Sungguh ku tak ingin ada kesalahfahaman hanya karna perasaan sayang kita masing-masing,apakah musti semua ini harus menciptakan kerenggangan antara kita?..
Kamu..Aku..Dia..
Sejujurnya ku juga tak bisa janjikan setia sampai kapan,ku hanya berusaha menjaga semua komitmen yang sudah terjalin.
Terfikirkah olehmu betapa aku juga ingin bisa melihatmu dan membuatmu bahagia?..
Apakah situasi ini membuat kita jadi saling menyalahkan,apalagi hanya untuk menciptakan komitmen-komitmen baru hanya untuk memperjuangkan tujuan yang kita sendiri tak bisa menjamin akan menciptakan kebahagiaan?..
Bukankah kita juga sama-sama tidak pernah tahu sejauh mana hubungan ini kan terus berjalan dan tidak selamanya seperti dugaan keinginan kita?..
Maafkan aku...
Bukan maksud membuatmu kecewa,tapi ku juga ingin tetap setia.
Andai di posisiku adalah kamu,bisakah kau memahami perasaanku?..
Sungguh ku tak ingin ada kesalahfahaman hanya karna perasaan sayang kita masing-masing,apakah musti semua ini harus menciptakan kerenggangan antara kita?..
Kamu..Aku..Dia..
Sejujurnya ku juga tak bisa janjikan setia sampai kapan,ku hanya berusaha menjaga semua komitmen yang sudah terjalin.
Terfikirkah olehmu betapa aku juga ingin bisa melihatmu dan membuatmu bahagia?..
Apakah situasi ini membuat kita jadi saling menyalahkan,apalagi hanya untuk menciptakan komitmen-komitmen baru hanya untuk memperjuangkan tujuan yang kita sendiri tak bisa menjamin akan menciptakan kebahagiaan?..
Bukankah kita juga sama-sama tidak pernah tahu sejauh mana hubungan ini kan terus berjalan dan tidak selamanya seperti dugaan keinginan kita?..
.:: Semoga... ::.
Sadar atau tidak,kita telah terseret pada realita dunia...
Mudah-mudahan kita semua menyadarinya dan bisa secepat mungkin merubah pandangan..
Kita semakin jauh dari keimanan pada Tuhan..
Semakin jauh pada nilai kemanusiaan..
Semakin dekat dengan urusan diri sendiri..
Semakin dekat dengan yang dipercayai fikiran,pengetahuan dan yang hanya sesuai dengan nilai pertimbangan argumen..
Sadarkah kita ini...
Urusan keTuhanan adalah urusan keimanan,urusan keyaqinan yang tidak semuanya bisa diterima fikiran lebih dulu atau menunggu pemikiran dg bukti pengetahuan atau argumen saja.
Semoga...
Alloh senantiasa mengampuni dosa-dosa kita semua dan senantiasa meRohmati kita..
Amien
Mudah-mudahan kita semua menyadarinya dan bisa secepat mungkin merubah pandangan..
Kita semakin jauh dari keimanan pada Tuhan..
Semakin jauh pada nilai kemanusiaan..
Semakin dekat dengan urusan diri sendiri..
Semakin dekat dengan yang dipercayai fikiran,pengetahuan dan yang hanya sesuai dengan nilai pertimbangan argumen..
Sadarkah kita ini...
Urusan keTuhanan adalah urusan keimanan,urusan keyaqinan yang tidak semuanya bisa diterima fikiran lebih dulu atau menunggu pemikiran dg bukti pengetahuan atau argumen saja.
Semoga...
Alloh senantiasa mengampuni dosa-dosa kita semua dan senantiasa meRohmati kita..
Amien
.:: Catatan keSEPIan ::.
Malam sudah semakin meninggi...
Hembus hempasan angin pun kian dingin merasuk semenjak ujan tiada henti mengguyur,seperti mampu melelapkan larikan-larikan cahaya bintang juga rembulan.
Kelamnya langit malam ini seolah melengkapi kesendirianku meringkuk malas di pembaringan,mata dan jiwa bak melanglang tak tentu arah..ke dalam diri,ke dalam rangkaian hari-hari kemarin pun ke dalam tiap-tiap kenangan yang pernah terjalani.
Ada kesepian yang mencoba merajuk...
Mencari celah hatiku mengalirinya,mencari celah jiwaku agar mengikutinya.
Aku memang merasa sendirian kali ini...
Seperti hanya antara aku dan diriku saja yang terus bertanya jawab tiada henti,entah terlunta-lunta atau memapah diri sendiri dari sekian banyak kisah menyenangkan pun menyedihkan.
Berasa kesendirian membawakan bubungan kesepian...
Tak ada rajukan,tetapi lelah menyusuri kesepian diantara penat-penat nan merebak,apa kan ku bawa saja sampai jiwa lelap tertidur atau tetap kan terbawa hingga mata terbuka?..
Hembus hempasan angin pun kian dingin merasuk semenjak ujan tiada henti mengguyur,seperti mampu melelapkan larikan-larikan cahaya bintang juga rembulan.
Kelamnya langit malam ini seolah melengkapi kesendirianku meringkuk malas di pembaringan,mata dan jiwa bak melanglang tak tentu arah..ke dalam diri,ke dalam rangkaian hari-hari kemarin pun ke dalam tiap-tiap kenangan yang pernah terjalani.
Ada kesepian yang mencoba merajuk...
Mencari celah hatiku mengalirinya,mencari celah jiwaku agar mengikutinya.
Aku memang merasa sendirian kali ini...
Seperti hanya antara aku dan diriku saja yang terus bertanya jawab tiada henti,entah terlunta-lunta atau memapah diri sendiri dari sekian banyak kisah menyenangkan pun menyedihkan.
Berasa kesendirian membawakan bubungan kesepian...
Tak ada rajukan,tetapi lelah menyusuri kesepian diantara penat-penat nan merebak,apa kan ku bawa saja sampai jiwa lelap tertidur atau tetap kan terbawa hingga mata terbuka?..
.:: Catatan keSEPIan 2 ::.
Tak bisa dipungkiri terkadang jiwa merasakan lelah pun perasaan...
Ketika banyak orang di luar sana sibuk dengan rutinitasnya atau sibuk dg apa yang dianggapnya bisa membuat kebahagiaan atas dirinya sendiri,sebagian disisi lain ada juga yang kelelahan.Bagaimana tidak?!..Dari waktu ke waktu hingga musim berganti,hari menjadi bulan dan tahun terus melaju..tetapi tetap saja ada celah merasa tak bahagia,begitu byk anggapan tentang hal yg bisa membuatnya nyaman ataupun suka toh tak disangkal itu semua kan berlalu.
Jika kita mau memikirkan baik-baik...bukankah dari semua prilaku selama ini tentang bahagia atau suka ternyata sangat relatif bukan?!..
Mengapa?...
Sadarkah kita,merubah anggapan itu kah kita bahwa ternyata anggapan bahagia atau suka dari yg kita jalani selama ini adalah bayangan fatamorgana..Setiap anggapan bahagia kita tetap saja kan berganti kedukaan,seolah semua itu hanya mengacu pada hukum alam.
Apakah menurut kita tidak ada kebahagiaan yang benar-benar abadi ataukah karna kebodohan kita yang salah meng-iman-i anggapan kita sendiri?..
Bukankah keabadian itu adalah Ranah hati?Ranah tsabbitnya RASA?..
Bagaimana diri bisa merasakan jikalau anggapan kita tentang rasa abadi berkedudukan dari materi?..kesenangan samawi?..
Apakah perasaan kita yang sudah mati dan tak peka karna tertutup wajah dunia?
Ketika banyak orang di luar sana sibuk dengan rutinitasnya atau sibuk dg apa yang dianggapnya bisa membuat kebahagiaan atas dirinya sendiri,sebagian disisi lain ada juga yang kelelahan.Bagaimana tidak?!..Dari waktu ke waktu hingga musim berganti,hari menjadi bulan dan tahun terus melaju..tetapi tetap saja ada celah merasa tak bahagia,begitu byk anggapan tentang hal yg bisa membuatnya nyaman ataupun suka toh tak disangkal itu semua kan berlalu.
Jika kita mau memikirkan baik-baik...bukankah dari semua prilaku selama ini tentang bahagia atau suka ternyata sangat relatif bukan?!..
Mengapa?...
Sadarkah kita,merubah anggapan itu kah kita bahwa ternyata anggapan bahagia atau suka dari yg kita jalani selama ini adalah bayangan fatamorgana..Setiap anggapan bahagia kita tetap saja kan berganti kedukaan,seolah semua itu hanya mengacu pada hukum alam.
Apakah menurut kita tidak ada kebahagiaan yang benar-benar abadi ataukah karna kebodohan kita yang salah meng-iman-i anggapan kita sendiri?..
Bukankah keabadian itu adalah Ranah hati?Ranah tsabbitnya RASA?..
Bagaimana diri bisa merasakan jikalau anggapan kita tentang rasa abadi berkedudukan dari materi?..kesenangan samawi?..
Apakah perasaan kita yang sudah mati dan tak peka karna tertutup wajah dunia?
.:: Catatan keSEPIan 3 ::.
Aku dan aku...
Saling mempertanyakan dan berebut.
Aku dan aku...
Kenapa Aku?..
Ku beri jeda dua spasi catatan ini...
Ku berlepas pengharapan atas puji dari sekalian,ku berlepas.
Ku kembali pada dunia tubuhku dan sekelilingnya..
Ku sepakati jiwaku sendiri menterjemahkan geliat kata-kata ini mencatatkan indrawinya.
Aku terombang-ambing...
Dalam ketersengalan nafas keluar-masuk yang bukan milikku,masihkah aku mentasbihkan ini nafasku?..
Dalam ketidaksadaran diri atas kesadaran jasmani,maka jasad ini kian kuat meliputi dan mengendalikan.
Aku dan aku...
Aku dunia ini kesepian,bukan?!..
Aku dunia ini terbatas jarak dan gerak,tak bertemankan yang abadi.
Saling mempertanyakan dan berebut.
Aku dan aku...
Kenapa Aku?..
Ku beri jeda dua spasi catatan ini...
Ku berlepas pengharapan atas puji dari sekalian,ku berlepas.
Ku kembali pada dunia tubuhku dan sekelilingnya..
Ku sepakati jiwaku sendiri menterjemahkan geliat kata-kata ini mencatatkan indrawinya.
Aku terombang-ambing...
Dalam ketersengalan nafas keluar-masuk yang bukan milikku,masihkah aku mentasbihkan ini nafasku?..
Dalam ketidaksadaran diri atas kesadaran jasmani,maka jasad ini kian kuat meliputi dan mengendalikan.
Aku dan aku...
Aku dunia ini kesepian,bukan?!..
Aku dunia ini terbatas jarak dan gerak,tak bertemankan yang abadi.
.:: Sudahi perih itu... ::.
Memang tidaklah semudah membalik telapak tangan,tetapi harus dilakukan..
Sudahi perih itu...
Toh hanya kan membuat perih kian memerih,melemahkan ketegaran dan menyeret pada kesalahan2 untuk terus dipersalahkan.
Sudahi perih itu...
Tak pantas jika kecewa terus saja diarungi sendirian,memudahkan kesalahfahaman juga persepsi semau sendiri yang menjurus pada kebencian.
Sudahi perih itu...
Sebab waktu terus bergerak dari pagi menuju siang hingga malam menjelang,
Sebab musim juga berganti begitupun susah-senangnya hati.
Sudahi perih itu...
Lepas dan buraikan bersama hembusan nafas,biar terbang memburai bersama angin..
Sudahi perih itu...
Buktikan pada diri sendiri bahwa kita bisa lebih baik dari hari kemarin.
Sudahi perih itu...
Toh hanya kan membuat perih kian memerih,melemahkan ketegaran dan menyeret pada kesalahan2 untuk terus dipersalahkan.
Sudahi perih itu...
Tak pantas jika kecewa terus saja diarungi sendirian,memudahkan kesalahfahaman juga persepsi semau sendiri yang menjurus pada kebencian.
Sudahi perih itu...
Sebab waktu terus bergerak dari pagi menuju siang hingga malam menjelang,
Sebab musim juga berganti begitupun susah-senangnya hati.
Sudahi perih itu...
Lepas dan buraikan bersama hembusan nafas,biar terbang memburai bersama angin..
Sudahi perih itu...
Buktikan pada diri sendiri bahwa kita bisa lebih baik dari hari kemarin.
Langganan:
Postingan (Atom)
Archives
-
▼
2011
(114)
-
▼
Januari
(114)
-
▼
Jan 14
(81)
- <[Dari Pengasingan]> c.p 1-12 dewa in Memorial Mob...
- <[2 dArI Pengasingan]>
- <[3 dArI Pengasingan]>
- <[4 dArI Pengasingan]>
- <[5 dari Pengasingan]>
- <[6 dArI Pengasingan]>
- <[7 dArI Pengasingan]>
- <[8 dArI Pengasingan]>
- <[9 dArI Pengasingan]>
- <[10 dArI Pengasingan]>
- <[11 dArI Pengasingan]>
- <[12 dArI Pengasingan]>
- Aku bicara tentang Wanita...
- Bukan Pujangga dengan Puisinya...
- Inilah hatiku,sayang..........
- " PENERIMAAN TANPA SYARAT "
- Sederhana
- Sesaatpun ku mau
- Tak seHarusnya
- Kenangan bersamamu....
- Aku tersenyum...
- Skripsi Hati Sepi
- Masih Muda(tentang CINTA): Dari Wanita itu..
- Sesuatu tentang CintA.........
- Sesuatu tentang...
- Sesuatu tentang CINTA..
- Nyanyian Burung Menjelang Senja
- Jika Tak Cinta dia...
- Berusaha lah...
- AKu dan Kau
- .:: Noktah Sepi ::.
- Dari Hati...
- .:: Berlepas...
- .:: Kilah Hati....
- .:: Tersenyumlah,Cinta...
- .:: Ingatlah,Cinta...
- .:: Dulu dan Kini...
- .:: Dari Hati(caraku)....
- .:: (Kisah)Aku Juga Bisa.....
- .:: Tengok Rapuhnya...
- .:: Aku dan Kenangan..........
- .:: Aku MenCintaiMu......
- .:: Makalah Sepi..........
- .:: Diary Sepi..........
- .:: Maafkan Aku....
- .:: Teruntuk Sebuah Janji..........
- .:: Nanar........
- .:: Ungkapan Tak Jadi....
- .:: Kenangan Tiba...
- .:: Makalah Hati...
- .:: Kilah-Kilah Waktu...
- .:: Perih....
- .:: Membisu....
- .:: Sahabat... ::.
- Harus Ku Terima.....
- Jangan terburu2 membenci...
- .:: Ada Hati di dalam Hati ::.
- :: Aku ingin kau bisa melihat rasamu seperti ku me...
- Aku tak tahu,Maafkan aku..
- Cahaya dan Sepi
- Subhanalloh...Alhamdulillah...Astaghfirulloh
- Sepeninggal kita
- Melihatmu lagi...
- Rasa tak terbantah...
- Berpeluh sangka engkau mendera
- Saat Tertinggal...
- Aku dan Catatanku...
- .:: Rasa Sesuci ::.
- .:: Ceritakanlah... ::.
- .:: Fahami rasaku(Rasa Seorang Wanita) ::.
- .:: Terima ini..(dg hati yg basah/lemah lembut) ::.
- .:: Tentang Kita ::.
- .:: Masih disini.. ::.
- .:: Sudahi perih itu... ::.
- .:: Tentang Perasaan,Rasa,Cinta.. ::.
- .:: Titik.. ::.
- .:: Dari Dan Untuk... ::.
- .:: Cantik ::.
- .:: PerSIAPkan diri..(hai,eL..) ::.
- .:: Aku pernah,apa kau juga pernah..(hai,eL..) ::.
- .:: Sisa Kenangan ::.
-
▼
Jan 14
(81)
-
▼
Januari
(114)